Tragedi Sampoong: Bangunan Runtuh karena Keserakahan dan Kelalaian
Runtuhnya Sampoong Department Store pada 1995 menewaskan 502 orang akibat kelalaian manajemen dan konstruksi cacat yang didorong oleh kepentingan keuntungan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 15.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Peristiwa runtuhnya Sampoong Department Store pada 29 Juni 1995 menjadi salah satu bencana non-alam paling memilukan dalam sejarah Korea Selatan. Gedung megah yang pernah menjadi pusat perbelanjaan terbesar di negeri itu ambruk hanya dalam waktu sekitar 20 detik, menimpa lebih dari 1.500 orang yang berada di dalamnya. Kecelakaan tragis ini merenggut nyawa 502 korban, sementara enam lainnya dinyatakan hilang dan jasadnya tak pernah ditemukan. Fakta menunjukkan bahwa tanda-tanda bahaya telah muncul sejak April 1995, ketika retakan besar mulai muncul di atap dan dinding lantai lima.
Alih-alih menghentikan operasional demi memperbaiki struktur, manajemen memilih menutup hanya sebagian area dan memindahkan kios dari lantai lima ke lantai bawah demi menjaga arus transaksi. Bahkan, sistem pendingin ruangan (AC) dimatikan pada sore hari itu karena alasan ekonomi, meski suhu dalam gedung langsung memanas. Pengunjung tidak menyadari risiko besar yang mengancam, sementara petugas tetap bertugas menghadapi keramaian. Ketika suara retakan hebat mulai terdengar, kepanikan melanda, namun pintu keluar sudah terhalang reruntuhan beton.
Ketidakmampuan struktural gedung justru berasal dari awal pembangunan. Lahan yang dipakai sejak 1987 merupakan bekas tempat pembuangan sampah dengan tanah yang tidak stabil. Kontraktor awal telah memperingatkan bahaya dan menyarankan pembangunan apartemen sebagai alternatif, tetapi pemilik, Lee Joon, menolak dan memecat tim yang enggan membangun sesuai keinginannya. Ia kemudian merekrut kontraktor baru yang bersedia mengabaikan standar keselamatan demi kecepatan proyek dan keuntungan.
Hasil investigasi resmi menyatakan bahwa keruntuhan disebabkan oleh kombinasi keputusan konstruksi yang keliru dan perawatan bangunan yang diabaikan. Pemilik, Lee Joon, serta putranya, Lee Han-Sang, akhirnya dijatuhi hukuman penjara masing-masing 10 tahun dan 7 tahun karena kelalaian berat yang berujung pada kematian massal. Tragedi ini menjadi pelajaran berharga tentang konsekuensi dari mengorbankan keselamatan publik demi keuntungan jangka pendek.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Tegaskan Kepedulian Global atas Palestina dan Perubahan Iklim
Indonesia menegaskan pentingnya aksi nyata dalam menangani krisis Palestina dan ancaman kenaikan permukaan laut di forum PBB, sekaligus memperkuat sinergi dengan ulama untuk stabilitas nasional.
27 September 2026

Iran Tegaskan Kedaulatan Nuklir Tak Bisa Dibeli, Selat Hormuz Jadi Batu Ujian AS
Iran menegaskan tidak akan menyerah pada tuntutan AS terkait program nuklir, sambil mempertahankan kendali atas Selat Hormuz sebagai alat tekanan hingga semua syarat politik dan ekonomi dipenuhi.
27 September 2026

KRL Bekas Jepang Siap Masuk Akhir 2026 untuk Perkuat Jabodetabek
KAI Commuter menargetkan kedatangan 23 trainset KRL bekas dari Jepang mulai akhir 2026 sebagai respons terhadap lonjakan penumpang dan usia armada yang sudah tua.
26 September 2026

NAZA Siar di 50 Negara, Termasuk Indonesia Mulai 28 September 2026
Dokumenter NAZA yang meraih standing ovation 24,5 menit di Venice 2026 akan tayang global mulai 28 September 2026, termasuk di Indonesia, dengan akses gratis lewat platform media pembuatnya.
26 September 2026
Berita Lainnya

Tiket Wajib Masuk TN Komodo, Pelanggar Denda Lima Kali Lipat
Minggu, 27 September 2026, 15.42 WITA

SIM Kedaluwarsa Bisa Diperpanjang Setelah Tahun, Gugatan ke MK
Minggu, 27 September 2026, 15.39 WITA

Mitsubishi Xforce Ultimate Bensin Tawarkan Performa Seimbang
Minggu, 27 September 2026, 15.39 WITA

18 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini
Minggu, 27 September 2026, 15.30 WITA

China Bangun Masa Depan dengan Rencana Jangka Panjang
Minggu, 27 September 2026, 15.27 WITA

Pengemudi Taksi Afghanistan Teruskan Musik sebagai Bentuk Protes
Minggu, 27 September 2026, 15.26 WITA

Lima Pejabat Lapas Cibinong Dicopot Akibat Temuan Ombudsman
Minggu, 27 September 2026, 15.24 WITA

Badai Nor'easter Lumpuhkan Transportasi Timur Laut AS
Minggu, 27 September 2026, 15.23 WITA

