Trump Tuduh China Bobol Data Pemilu AS 2020
Presiden AS Donald Trump menuding China melakukan pencurian data pemilih sebanyak 220 juta orang pada pemilu 2020, klaim yang tidak didukung bukti nyata.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Pada Kamis malam, 16 Juli 2026, mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dalam pidato yang disiarkan secara nasional bahwa Republik Rakyat Tiongkok telah melakukan pembobolan data pemilu terbesar dalam sejarah AS pada periode 2020. Ia menegaskan bahwa serangan siber tersebut mengakibatkan Cina mendapatkan akses ilegal terhadap informasi pribadi dari sekitar 220 juta warga pemilih AS, sekaligus menekankan bahwa kekalahan dirinya dari Joe Biden dalam pemilu tersebut diduga disebabkan oleh intervensi asing.
Trump menyatakan bahwa ia akan membuka akses terhadap informasi intelijen rahasia terkait “kerentanan kritis” dalam sistem pemungutan suara nasional, meskipun tidak menyertakan bukti konkret dalam pidatonya. Klaim tersebut merupakan kelanjutan dari narasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, yang menilai hasil pemilu 2020 dipengaruhi oleh kecurangan sistemik, meski semua upaya hukum, termasuk 60 gugatan yang diajukan olehnya dan pendukungnya, tidak menghasilkan bukti yang dapat mengubah hasil pemilu.
Audit pemungutan suara, penghitungan ulang, serta investigasi dari Departemen Kehakiman masa pemerintahannya sendiri tidak menemukan adanya kecurangan yang signifikan atau cukup untuk memengaruhi hasil pemilu. Meski demikian, Trump tetap mempertahankan tuduhan tersebut dan menyerukan tindakan terhadap media yang menolak menyiarkan pidatonya secara langsung. Ia menuding sejumlah jaringan televisi, termasuk ABC dan NBC, terlibat dalam konspirasi untuk mengaburkan kebenaran dan memanipulasi opini publik.
Ia menekankan bahwa media yang menolak menayangkan pidatonya harus kehilangan izin siaran, menilai bahwa mereka memanfaatkan infrastruktur siaran publik bernilai miliaran dolar tanpa biaya, sekaligus menyerang independensi media sebagai bagian dari upaya menekan kebebasan berpendapat. Pernyataan tersebut menegaskan kembali sikap kritis terhadap institusi media, meskipun tidak didukung oleh data atau bukti ilmiah yang dapat diverifikasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

