Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

UMKM Diminta Manfaatkan AI Hadapi Persaingan Produk Asing

Menteri Perdagangan mengingatkan UMKM harus meningkatkan daya saing melalui kualitas dan pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, untuk menembus pasar dalam negeri dan global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 19.32 WITA·👁 6 orang membaca· 2 hari ini · 13x dibuka
UMKM Diminta Manfaatkan AI Hadapi Persaingan Produk Asing📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diminta tidak lengah menghadapi tantangan dari produk asing yang masuk ke pasar dalam negeri. Menurut Menteri Perdagangan, kualitas produk lokal tidak kalah dengan produk impor, tetapi keunggulan pesaing justru terletak pada strategi promosi dan daya beli iklan yang besar. Ia menekankan bahwa kemampuan memasarkan produk secara efektif, terutama di era digital, menjadi kunci utama agar UMKM tidak kalah bersaing.

Untuk itu, pemerintah mendorong pelaku usaha lokal memanfaatkan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dalam memperkuat pemasaran. Dalam pelatihan yang digelar di Jakarta, Menteri menyampaikan bahwa AI dapat menjadi alat efisien untuk mengoptimalkan promosi tanpa harus mengeluarkan anggaran besar. Dengan kemampuan membuat konten, menulis copywriting, hingga menerjemahkan pesan ke berbagai bahasa, AI membuka peluang bagi UMKM untuk menjangkau pasar global secara lebih luas dan terjangkau.

Program UMKM Bisa Ekspor terus menunjukkan tren positif. Hingga semester pertama 2026, nilai transaksi mencapai US$333 juta, melonjak dari US$134,8 juta pada tahun sebelumnya. Sebanyak 70 persen peserta program ini belum pernah melakukan ekspor sebelumnya, sehingga pendampingan dan akses jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara — yang tersebar di 46 lokasi — menjadi kunci utama. Melalui perwakilan tersebut, UMKM bisa mempresentasikan produk secara daring dan menjalin komunikasi langsung dengan calon pembeli di luar negeri.

Penggunaan teknologi seperti Meta Business Agent juga dijadikan solusi untuk memastikan respons cepat terhadap calon pembeli, bahkan dalam 24 jam nonstop. Contoh nyata menunjukkan hasil signifikan: sebuah brand fashion muslim dari Bandung meraup pesanan senilai Rp1,4 juta dari Malaysia hanya dengan anggaran iklan Rp150.000, sementara produk jamu dari Batam berhasil menjual 60 bungkus senilai Rp3 juta setelah iklan dilihat lebih dari 63.000 kali. Ini membuktikan bahwa dengan strategi tepat dan dukungan teknologi, UMKM dapat bersaing tanpa harus bersaing secara harga.

Dengan dukungan AI, aktivitas promosi yang sebelumnya mahal dan rumit kini bisa dilakukan dengan biaya minimal. Pengusaha lokal menyebut teknologi ini sebagai alat inklusif yang mampu menekan biaya produksi dan pemasaran, sekaligus membuka akses ke pasar yang sebelumnya sulit dijangkau. Pemerintah dan mitra strategis terus berupaya memastikan UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang di tengah persaingan global yang ketat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya