Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

UMKM Lokal Diminta Manfaatkan AI Hadapi Persaingan Produk Asing

Menteri Perdagangan memperingatkan UMKM waspada terhadap dominasi produk asing yang unggul dalam promosi meski kualitasnya tak jauh berbeda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 07.28 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 5x dibuka
UMKM Lokal Diminta Manfaatkan AI Hadapi Persaingan Produk Asing📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mengingatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing di tengah melonjaknya kehadiran produk asing di pasar dalam negeri. Menurut Menteri Perdagangan, produk luar negeri yang masuk ke Tanah Air memiliki kualitas yang tak jauh berbeda dengan produk lokal, tetapi keunggulannya terletak pada strategi pemasaran yang intensif dan anggaran iklan besar. Ia menekankan bahwa keberhasilan produk asing, terutama di sektor waralaba makanan, didorong oleh promosi massif yang mampu menciptakan tren dan keterkenalan cepat di masyarakat.

Budi Santoso menyoroti ketimpangan akses promosi antara pelaku usaha lokal dan perusahaan asing, di mana banyak pelaku UMKM lokal justru kesulitan membangun eksistensi karena keterbatasan dana untuk iklan. Ia menyayangkan bahwa produk lokal yang sejatinya memiliki potensi besar sering kali terabaikan karena kurangnya pemasaran yang efektif. Menurutnya, hal ini bukan soal kualitas, melainkan soal kemampuan menjangkau pasar secara strategis dan berkelanjutan.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah mendorong UMKM memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai alat strategis dalam memperluas pasar. Program pelatihan yang digelar bersama mitra teknologi menekankan pemanfaatan AI dalam pengembangan konten, optimasi iklan digital, dan penulisan copywriting yang efektif. Selain itu, pelatihan juga mencakup persiapan ekspor, termasuk pemahaman regulasi perdagangan internasional dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar global.

Melalui inisiatif ini, pelaku UMKM diajak memperkuat kapasitas digital mereka agar tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing secara global. Fitur-fitur seperti asisten virtual dan alat analisis pasar berbasis AI diperkenalkan sebagai solusi untuk mempercepat respons terhadap konsumen dan meningkatkan efisiensi operasional. Tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan mampu bersaing tanpa harus mengandalkan modal besar untuk promosi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya