Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wamenag Minta Investigasi Dugaan Keracunan Santri di Ponpes Sidoarjo

Wakil Menteri Agama menyerukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan keracunan makanan di Ponpes Manbaul Hikam, Sidoarjo, setelah delapan santri dirawat akibat gangguan pencernaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Wamenag Minta Investigasi Dugaan Keracunan Santri di Ponpes Sidoarjo
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Agama menegaskan perlunya penyelidikan mendalam terkait kasus keracunan yang menimpa sejumlah santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo. Ia menyoroti bahwa dapur yang menyuplai makanan kepada para santri telah beroperasi selama hampir satu tahun tanpa insiden serupa, sehingga muncul kebutuhan untuk mengungkap akar permasalahan yang muncul tiba-tiba. Kunjungan langsung ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dilakukan untuk memastikan kondisi terkini para korban.

Dari delapan santri yang dirawat, lima di antaranya telah diperbolehkan pulang, sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif. Menurut Wamenag, keluhan yang dilaporkan mayoritas berupa gangguan perut dan mual, namun tidak sampai menimbulkan ancaman serius terhadap jiwa. Ia menekankan bahwa penyebab pasti belum dapat dipastikan, namun dua menu—telur dan sayuran—diduga kuat menjadi fokus penyelidikan.

Pemeriksaan lebih lanjut harus mencakup proses pengolahan makanan, waktu penyajian, serta kepatuhan terhadap petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan. Dapur penyedia makanan telah ditutup sementara untuk evaluasi menyeluruh, guna mengidentifikasi potensi kesalahan dalam rantai pasok atau pengelolaan. Penyelidikan ini juga akan melibatkan aspek sanitasi, penyimpanan, dan distribusi makanan yang memadai.

Wamenag menegaskan bahwa kebutuhan akan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kalangan pesantren sangat tinggi. Santri secara rutin menantikan makanan dari program ini, yang dianggap penting untuk menunjang kesehatan dan konsentrasi belajar. Kementerian Agama kini mempercepat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk memperluas cakupan MBG, termasuk di wilayah terpencil, dengan target agar tidak ada pesantren atau madrasah yang belum terakomodasi pada akhir tahun ini.

Dalam konteks pengelolaan, disiapkan pula skema baru yang memungkinkan pesantren dengan jumlah santri sekitar 1.000 orang untuk membangun atau meningkatkan dapur sendiri, selama tetap memenuhi standar kebersihan, pengelolaan limbah, dan sanitasi. Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kelalaian dalam penyediaan makanan MBG, termasuk ketepatan waktu dari masak hingga konsumsi, yang harus dijaga secara ketat demi menjamin keamanan pangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya