Warga Batam Darurat Air Akibat Krisis Berkepanjangan
Warga di kawasan Nongsa Batam mengalami gangguan pasokan air selama tiga bulan, memicu protes dan kekhawatiran atas kualitas air tangki, sementara waduk utama menyusut akibat kemarau panjang dan tekanan permintaan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Warga Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, menggelar aksi demonstrasi di depan kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa untuk menuntut pemulihan aliran air bersih ke permukiman mereka. Aksi berlangsung dari pagi hingga siang, dipicu kegagalan pasokan air selama sekitar tiga bulan terakhir. Sejumlah ibu rumah tangga yang terlibat menyatakan tidak mampu lagi menahan kondisi, terutama karena air dari mobil tangki yang disediakan dinilai tidak layak konsumsi—keruh, bau, dan terasa asing. Mereka menegaskan tetap membayar tagihan bulanan meski tidak mendapatkan layanan sesuai kontrak.
Ketidaknyamanan ini diduga erat kaitannya dengan pembangunan pusat data di kawasan tersebut. Warga menyebut bahwa sejak proyek dimulai, aliran air ke rumah mereka terganggu secara signifikan. Salah seorang peserta aksi, Dewi Susanti, menegaskan bahwa keluhan sudah disampaikan ke pengelola kawasan dan otoritas terkait, tetapi belum ada respons memuaskan. Ia menyebutkan, bahkan saat menunggu hingga pagi hari, air tetap tidak mengalir, memaksa mereka mengandalkan air tangki yang tidak terjamin kualitasnya.
Deputi Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Denny Tondano, membantah bahwa pembangunan pusat data menjadi penyebab utama krisis air. Ia menekankan bahwa penurunan pasokan air disebabkan oleh kondisi kemarau berkepanjangan yang dipengaruhi fenomena El Nino. Menurutnya, dampak ini tidak hanya terjadi di Batam, tetapi juga dirasakan di wilayah lain. Ia menegaskan bahwa sistem pengelolaan air masih berjalan, meski terdampak oleh penurunan curah hujan yang sangat rendah.
Namun data dari organisasi lingkungan Akar Bhumi Indonesia (ABI) menunjukkan keadaan yang lebih mengkhawatirkan. Waduk Nongsa, salah satu sumber utama air bagi wilayah timur Batam, mengalami penurunan tinggi muka air hingga empat sentimeter per hari. Dalam periode Januari hingga Juli 2026, curah hujan di kawasan tersebut hanya mencapai 925,5 milimeter—jauh di bawah rata-rata normal sebesar 1.800 hingga 2.500 milimeter per tahun. Akibatnya, volume air baku menurun drastis, dan simulasi menunjukkan waduk tersebut hanya bisa bertahan sekitar 34 hari tanpa hujan.
Kondisi serupa terjadi di waduk Sei Harapan, Sei Ladi, dan Muka Kuning, yang juga mengalami penurunan tinggi muka air sekitar tiga sentimeter per hari. Penyebab utama menurut ABI meliputi menurunnya fungsi daerah tangkapan air, minimnya curah hujan, dan peningkatan kebutuhan air yang melebihi kapasitas produksi. Dengan ketergantungan total pada air hujan dan tanpa sumber alami, krisis air di Batam terus memburuk, memaksa warga seperti Dede—yang sehari-hari mengandalkan air tangki—untuk menghadapi rutinitas yang melelahkan dan tidak menjamin kesehatan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Danantara Resmikan Gabungan 23 Kawasan Industri 5 November 2026
Perusahaan baru hasil merger 23 entitas kawasan industri akan diresmikan pada 5 November 2026, bertujuan memperkuat ekosistem industri nasional.
8 Oktober 2026

Empat BUMN Karya Segera Digabung, Waskita dan WIKA Masih Menunggu Proses
Penggabungan empat BUMN konstruksi ditargetkan rampung akhir November 2026, sementara Waskita dan WIKA masih menunggu restrukturisasi menyusul kondisi keuangan yang belum sehat.
8 Oktober 2026

Trump Serang Calon Senator Muslim dengan Tuduhan Ekstremis
Presiden AS Donald Trump menyerang calon senator Demokrat Mohammed El Sayed di media sosial, menyebutnya simpatisan teroris dan tidak layak mewakili Michigan.
8 Oktober 2026

Kongres XXIV di Semarang, PP INI Ajak Anggota Jaga Soliditas
Menjelang Kongres XXIV di Semarang, PP Ikatan Notaris Indonesia minta seluruh anggota tetap tenang dan menjaga keutuhan organisasi sebagai wadah tunggal profesi notaris.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Syarat Nasabah Prioritas di Tiga Bank Besar, Minimal Rp1 Miliar
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

OJK Cabut Izin PT Porto Ventura Kapital karena Tak Bisa Disehatkan
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

IHSG Terpuruk ke Level 6.083 Akibat Tekanan Global
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

IHSG Terkoreksi 1,03% di Tengah Tekanan Global
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

PNM Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Penerbitan Bond dan Sukuk Sosial
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.42 WITA

Pertamina Perkuat Transisi Energi dengan PLTS, Biofuel, dan Teknologi Penangkapan Karbon
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.41 WITA

Harga Cabai Tembus Rp70 Ribu, Pemerintah Percepat Stabilitas Pasokan
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.41 WITA

Bring Back Tennis Tourney 2026 Hadirkan Kembali Semangat Kompetisi Tenis
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.41 WITA

