Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Resmikan Gabungan 23 Kawasan Industri 5 November 2026

Perusahaan baru hasil merger 23 entitas kawasan industri akan diresmikan pada 5 November 2026, bertujuan memperkuat ekosistem industri nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Danantara Resmikan Gabungan 23 Kawasan Industri 5 November 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan meluncurkan entitas baru hasil penggabungan 23 perusahaan pengelola kawasan industri pada tanggal 5 November 2026. Perusahaan tersebut akan diberi nama PT. Kawasan Industri Indonesia, dengan tujuan menciptakan satu unit pengelolaan yang lebih terintegrasi dan efisien. Dony Oskaria, Chief Operating Officer BPI Danantara, menegaskan bahwa peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat basis industri nasional di tengah transformasi ekonomi global.

Penggabungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperbesar kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi. Dony menekankan bahwa negara-negara maju telah membuktikan bahwa kekuatan industri menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Dengan konsolidasi ini, diharapkan kawasan industri dapat menjadi lokomotif pertumbuhan, khususnya dalam menarik investasi domestik dan asing secara lebih efektif.

Proses penyusunan model bisnis masih dalam tahap evaluasi, termasuk mekanisme sewa dan pengelolaan aset. Rencananya, pendapatan tidak lagi bergantung pada penjualan tanah, melainkan dari layanan dan fasilitas yang disediakan di kawasan industri. Dalam rencana jangka panjang, akan dibangun ekosistem lengkap yang mencakup infrastruktur pendidikan, properti, energi, dan konektivitas digital seperti fiber optic, sebagai sumber pendapatan alternatif.

PT. Kawasan Industri Indonesia akan menjadi perusahaan pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, dengan total lahan yang dikelola mencapai 35 ribu hektare. Transformasi ini ditujukan agar perusahaan mampu bersaing secara global, meningkatkan daya tarik bagi investor, serta mendukung visi Indonesia sebagai pusat manufaktur dan inovasi di kawasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya