Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga Cabai Tembus Rp70 Ribu, Pemerintah Percepat Stabilitas Pasokan

Kenaikan harga cabai hingga Rp85 ribu per kg dipicu turunnya produksi akibat musim kemarau, pemerintah berkoordinasi dengan petani untuk tingkatkan pasokan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 15.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Harga Cabai Tembus Rp70 Ribu, Pemerintah Percepat Stabilitas Pasokan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kenaikan harga cabai di berbagai pasar mulai mengkhawatirkan, dengan harga cabai rawit mencapai Rp70 ribu per kilogram di level nasional, melampaui rata-rata sebelumnya yang berada di kisaran Rp57 ribu. Menteri Perdagangan menegaskan bahwa penurunan produksi akibat faktor cuaca menjadi penyebab utama kenaikan harga tersebut, terutama di masa musim kemarau yang mengganggu proses tanam dan panen di sejumlah sentra produksi.

Pantauan lapangan di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp85 ribu per kg, naik signifikan dari posisi sebelumnya yang hanya Rp60 ribu. Pedagang lokal, Soleh (46), menyebutkan bahwa kondisi cuaca kering telah mengakibatkan gagal panen di wilayah pemasok utama seperti Jawa Barat, sehingga pasokan terhambat dan harga melambung.

Untuk menangani kenaikan harga yang berdampak pada daya beli masyarakat, Kementerian Perdagangan telah melakukan koordinasi intensif dengan asosiasi petani cabai guna mendorong peningkatan produksi. Upaya ini dilakukan dengan memastikan ketersediaan benih, dukungan teknis, serta akses ke pasar yang lebih stabil bagi petani.

Pemerintah juga menekankan bahwa fluktuasi harga pangan dipengaruhi oleh dinamika produksi dan konsumsi, sehingga pemantauan terus dilakukan secara intensif di seluruh wilayah. Dengan langkah strategis ini, diharapkan stabilitas harga cabai dapat kembali terjaga dalam waktu dekat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya