Netanyahu Dikaitkan Ubah Konteks Peringatan Intelijen Sebelum Serangan Hamas
Investigasi menemukan dokumen resmi Netanyahu mengubah konteks peringatan intelijen sebelum serangan Hamas, menyembunyikan penolakan terhadap operasi militer meski ada ancaman berulang dari pejabat keamanan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diduga melakukan manipulasi terhadap dokumen resmi yang dirilis Februari, dalam konteks penyelidikan terhadap kesiapan keamanan sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Investigasi yang dilakukan oleh dua media lokal mengungkap perbedaan signifikan antara versi dokumen yang dipublikasikan oleh Netanyahu dengan catatan asli pertemuan, ringkasan kebijakan, dan kesaksian pejabat intelijen. Perubahan tersebut mencakup penghilangan informasi krusial serta penataan ulang narasi yang menggambarkan dirinya sebagai pihak yang pro-aksi militer, padahal catatan asli menunjukkan sebaliknya.
Dalam dokumen asli, Netanyahu justru tercatat menolak berbagai usulan operasi militer dan pembunuhan terarah terhadap pemimpin Hamas. Pada April 2023, Kepala Shin Bet Ronen Bar dan Kepala Angkatan Darat Herzi Halevi secara konsisten merekomendasikan tindakan tegas, termasuk operasi terbuka dan pembunuhan terarah, dengan alasan kesiapan militer dan ancaman yang semakin mengintai. Namun, Netanyahu menolak langkah tersebut, menilai bahwa Israel masih mempertahankan keseimbangan pencegahan yang kuat terhadap Hamas.
Pada bulan-bulan berikutnya, peringatan dari Bar terus menguat. Pada Agustus, ia menyatakan bahwa kapasitas pencegahan Israel terhadap Hamas mulai menurun, serta menekankan perlunya mengevaluasi opsi tindakan terhadap Gaza. Di akhir September, ia memperingatkan adanya "situasi keamanan yang serius" akibat kemungkinan konvergensi ancaman dari berbagai front. Meski begitu, Netanyahu tetap menetapkan prioritas menjaga ketenangan di wilayah tersebut selama masa liburan mendatang, menunjukkan ketidaksesuaian antara ancaman intelijen dan kebijakan strategis yang diambil.
Dokumen yang dirilis Netanyahu juga disebut menghapus rekomendasi untuk mengambil tindakan terhadap Hamas, meski dengan risiko eskalasi militer, serta mempertahankan penilaian intelijen yang menyebut peningkatan kemampuan Hamas secara moderat. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan keamanan negara, terutama dalam konteks kegagalan mencegah serangan besar-besaran yang menewaskan ratusan warga sipil dan menimbulkan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Cabai Tembus Rp70 Ribu, Pemerintah Percepat Stabilitas Pasokan
Kenaikan harga cabai hingga Rp85 ribu per kg dipicu turunnya produksi akibat musim kemarau, pemerintah berkoordinasi dengan petani untuk tingkatkan pasokan.
8 Oktober 2026

Potongan Ojol Maksimal 8 Persen Resmi Berlaku Mulai Juli 2026
Pemerintah resmi menerapkan batas maksimal potongan biaya platform ojek online sebesar 8 persen, berlaku mulai 1 Juli 2026, sebagai bentuk perlindungan terhadap pengemudi ojol.
8 Oktober 2026

Walikota Saint Denis Soroti Kegagalan Pemerintah Prancis Terhadap Siswa
Walikota Saint Denis menyoroti ketidakmampuan pemerintah Prancis menangani demonstrasi siswa secara politis, menekankan perlunya pendekatan damai daripada represif.
8 Oktober 2026

Komisioner KPU Diminta Tak Lanjutkan Jabatan Usai Kegagalan Verifikasi Ijazah Gibran
Anggota DPR dari PDIP menilai komisioner KPU tidak layak kembali menjabat karena gagal memverifikasi ijazah Gibran, menekankan urgensi tanggung jawab moral dalam penyelenggaraan pemilu.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Danantara Resmikan Gabungan 23 Kawasan Industri 5 November 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

Syarat Nasabah Prioritas di Tiga Bank Besar, Minimal Rp1 Miliar
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

OJK Cabut Izin PT Porto Ventura Kapital karena Tak Bisa Disehatkan
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

IHSG Terpuruk ke Level 6.083 Akibat Tekanan Global
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

IHSG Terkoreksi 1,03% di Tengah Tekanan Global
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.43 WITA

Empat BUMN Karya Segera Digabung, Waskita dan WIKA Masih Menunggu Proses
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.42 WITA

PNM Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Penerbitan Bond dan Sukuk Sosial
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.42 WITA

Pertamina Perkuat Transisi Energi dengan PLTS, Biofuel, dan Teknologi Penangkapan Karbon
Kamis, 8 Oktober 2026, 15.41 WITA

