Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Walikota Saint Denis Soroti Kegagalan Pemerintah Prancis Terhadap Siswa

Walikota Saint Denis menyoroti ketidakmampuan pemerintah Prancis menangani demonstrasi siswa secara politis, menekankan perlunya pendekatan damai daripada represif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Walikota Saint Denis Soroti Kegagalan Pemerintah Prancis Terhadap Siswa📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Walikota Saint Denis, Bally Bagayoko, mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap respons pemerintah Prancis terhadap aksi demonstrasi pelajar SMA. Dalam wawancara terbaru, ia menekankan bahwa tindakan represif yang dilakukan aparat keamanan justru memperparah ketegangan, bukan menyelesaikan akar masalah. Ia menilai bahwa perjuangan siswa merupakan bentuk ekspresi politik yang sah dan harus dihargai, bukan ditanggapi dengan kekerasan.

Bagayoko menegaskan bahwa solusi atas ketidakpuasan siswa harus berasal dari proses dialog dan kebijakan publik yang transparan, bukan melalui tindakan paksa. Ia menyoroti betapa pentingnya pendekatan humanis dalam menangani gerakan sosial, terutama yang melibatkan generasi muda. Menurutnya, melibatkan polisi dalam konteks demonstrasi pelajar justru mengancam hak asasi dan menciptakan iklim ketakutan di kalangan siswa.

Ia juga menekankan bahwa kegagalan pemerintah dalam menanggapi aspirasi generasi muda bukan hanya persoalan politik, tetapi juga moral. Bagayoko menekankan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk mendengar, bukan menghukum. Ia menilai bahwa pendekatan yang mengekang kebebasan berpendapat justru melemahkan demokrasi dan memperbesar jurang antara rakyat dan pemerintah.

Pernyataan ini muncul setelah aksi demonstrasi siswa di berbagai kota Prancis mencuat ke publik, menimbulkan perdebatan luas tentang hak kebebasan berserikat dan perlindungan terhadap anak muda dalam ruang publik. Bagayoko menyerukan agar pemerintah mengubah strategi, dari penindakan ke dialog, demi membangun sistem yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan generasi muda.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya