Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Empat BUMN Karya Segera Digabung, Waskita dan WIKA Masih Menunggu Proses

Penggabungan empat BUMN konstruksi ditargetkan rampung akhir November 2026, sementara Waskita dan WIKA masih menunggu restrukturisasi menyusul kondisi keuangan yang belum sehat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Empat BUMN Karya Segera Digabung, Waskita dan WIKA Masih Menunggu Proses📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penggabungan empat perusahaan BUMN sektor karya dijadwalkan tuntas pada akhir bulan November 2026. Proses konsolidasi melibatkan PT Nindya Karya dengan PT Brantas Abipraya, serta PT Adhi Karya Tbk. dan PT PP (Persero) Tbk. sebagai entitas terbuka yang akan menyatu dalam satu korporasi baru. Hal ini disampaikan oleh salah satu petinggi BPI Danantara yang juga menjabat sebagai kepala BP BUMN, yang menegaskan bahwa penyelesaian tahap akhir harus tercapai paling lambat pada akhir tahun ini.

Dalam proses tersebut, dua perusahaan yang belum masuk dalam skema penggabungan adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Keduanya masih dalam tahap evaluasi mendalam karena kondisi keuangan yang belum memadai. Khusus WIKA, utangnya mencapai Rp 34 triliun, termasuk beban proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, yang menjadi salah satu tantangan utama dalam proses penyelamatan perusahaan.

Menurut petinggi tersebut, penggabungan tidak akan dilakukan secara asal-asalan. Harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, dengan memastikan bahwa setiap perusahaan yang terlibat benar-benar sehat secara finansial. Proses restrukturisasi utang akan dilakukan berdasarkan kemampuan pembayaran masing-masing perusahaan, bukan hanya sekadar perbaikan permukaan. Dana hasil divestasi aset di luar bisnis inti akan digunakan untuk menurunkan beban utang secara bertahap.

Tujuan utama dari konsolidasi ini adalah menciptakan perusahaan BUMN karya yang memiliki tata kelola yang baik, bisnis yang berkelanjutan, dan kinerja yang mampu bersaing secara global. Dony menegaskan bahwa upaya perbaikan harus tuntas, bukan sekadar permukaan, agar tidak muncul masalah baru di masa depan. Setiap langkah akan dilakukan secara hati-hati, dengan mempertimbangkan prospek jangka panjang masing-masing entitas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya