Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Serang Calon Senator Muslim dengan Tuduhan Ekstremis

Presiden AS Donald Trump menyerang calon senator Demokrat Mohammed El Sayed di media sosial, menyebutnya simpatisan teroris dan tidak layak mewakili Michigan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Trump Serang Calon Senator Muslim dengan Tuduhan Ekstremis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Donald Trump kembali memperkeruh suasana kampanye pemilihan senator Michigan dengan menyerang calon Demokrat, Mohammed El Sayed, melalui platform Truth Social. Dalam unggahan terbarunya, Trump menilai El Sayed sebagai kandidat yang buruk, sambil memuji lawannya dari Partai Republik, Mike Rogers, sebagai sosok yang lebih layak. Ia menekankan bahwa El Sayed dianggap tidak selaras dengan nilai-nilai masyarakat Michigan maupun prinsip dasar negara Amerika Serikat.

Serangan Trump mencakup tuduhan keras terhadap El Sayed, termasuk menyebutnya sebagai ekstremis radikal dan simpatisan teroris. Ia juga membandingkan El Sayed dengan Hasan Piker, tokoh yang diklaimnya memiliki sikap bermusuhan terhadap Amerika. Ungkapan tersebut digunakan untuk menekankan bahwa kandidat Demokrat itu dinilai tidak layak memegang jabatan publik di tingkat negara bagian.

El Sayed, yang telah menang dalam pemilihan internal Demokrat setelah mengalahkan kandidat lain dari Wayne County, tetap bersikap tenang terhadap serangan tersebut. Ia menegaskan bahwa fokus Trump lebih pada menyerang nama daripada membahas kebijakan yang diusungnya. “Saya mengundang presiden untuk fokus pada apa yang saya katakan, bukan pada nama saya,” ujar El Sayed, menekankan komitmennya terhadap reformasi politik, termasuk pemberantasan pengaruh uang dalam kampanye dan perluasan akses ke Medicare.

Sebelumnya, El Sayed juga pernah mencalonkan diri sebagai gubernur Michigan pada 2018, meskipun kalah. Namun, pengalaman itu tidak mengurangi tekadnya untuk terus berjuang dalam dunia politik. Ia tetap berkomitmen menghadirkan perubahan berbasis keadilan sosial dan transparansi, meski menghadapi serangan berbasis identitas dan narasi provokatif dari tokoh publik seperti Trump.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya