Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

TikTok dan Meta Perketat Akses Anak, Komdigi Soroti Efektivitas Perlindungan

Pemerintah melaporkan peningkatan pemblokiran akun anak di TikTok dan Instagram, sementara fokus utama kini beralih ke efektivitas fitur keamanan dan edukasi pengguna.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
TikTok dan Meta Perketat Akses Anak, Komdigi Soroti Efektivitas Perlindungan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Komunikasi dan Digital melaporkan peningkatan signifikan dalam pembatasan akses anak di platform media sosial, khususnya TikTok yang telah memblokir hingga 9 juta akun pengguna di bawah usia 16 tahun. Angka ini naik dari sebelumnya hanya 4 juta, menunjukkan langkah proaktif dari platform dalam membatasi eksposur anak terhadap konten berisiko. Di sisi lain, Meta mencatat telah menonaktifkan sekitar 85 ribu akun anak di Instagram dan 99 ribu di Facebook, sementara lebih dari 22,5 juta akun lainnya dialihkan ke fitur Teen Account sebagai bentuk perlindungan digital.

Meski angka pemblokiran terus meningkat, Menteri Komdigi Meutya Hafid menekankan bahwa jumlah akun yang dinonaktifkan bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Ia menyoroti pentingnya perubahan mendasar dalam desain layanan, kebijakan konten, dan mekanisme pengawasan yang berkelanjutan. Menurutnya, platform harus berubah secara struktural agar tidak hanya menekan risiko secara teknis, tetapi juga menciptakan lingkungan digital yang benar-benar aman bagi pengguna muda.

Komdigi tetap mengklasifikasikan Instagram dan Facebook sebagai platform berisiko tinggi, meskipun telah menerapkan fitur Teen Account. Pemerintah menyatakan bahwa fitur tersebut perlu diperkuat untuk menangani tujuh kategori risiko utama, termasuk kontak tidak diinginkan, paparan konten negatif, kecanduan, ancaman keamanan digital, dampak konsumsi, serta risiko terhadap kesehatan fisik, mental, dan fisiologis. Tim pakar akan segera menyusun indikator konkret untuk setiap kategori guna menjadi acuan bagi platform dalam mengevaluasi dan memperbaiki sistem perlindungan.

Pemerintah juga menekankan bahwa perlindungan anak di dunia digital bukan tanggung jawab semata platform, melainkan kolaborasi bersama orang tua dan masyarakat. Meutya menegaskan bahwa fitur pengawasan orang tua akan sia-sia jika tidak diketahui atau dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, edukasi publik menjadi elemen krusial dalam strategi perlindungan digital, termasuk sosialisasi penggunaan fitur keamanan dan kesadaran digital bagi orang tua.

Pemerintah juga meminta Meta menyampaikan laporan terkait pengelolaan akun anak di platform Threads, yang hingga saat ini belum dilaporkan secara lengkap. Evaluasi selama enam bulan masih berlangsung, dan pemerintah menunggu data konkret mengenai jumlah akun yang dinonaktifkan serta langkah mitigasi risiko yang telah diambil oleh platform. Tujuannya adalah memastikan bahwa semua layanan digital yang digunakan anak-anak memenuhi standar keamanan yang ditetapkan secara nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya