Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Norwegia Ajukan Bantuan AS Selidiki Mantan Sekjen Majelis Eropa

Okokrim Norwegia meminta bantuan AS untuk menyelidiki keterlibatan mantan Sekjen Majelis Eropa Thorbjorn Jagland dalam kasus Jeffrey Epstein, berdasarkan dokumen publik yang terungkap.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 12.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Norwegia Ajukan Bantuan AS Selidiki Mantan Sekjen Majelis Eropa📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Okokrim, lembaga penuntutan khusus Norwegia yang menangani kasus korupsi dan kejahatan lingkungan, telah mengajukan permohonan resmi kepada otoritas hukum Amerika Serikat untuk membantu penyelidikan terhadap Thorbjorn Jagland, mantan Sekretaris Jenderal Majelis Eropa. Permintaan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya menyelidiki dugaan keterkaitan politisi senior Norwegia tersebut dengan kasus Jeffrey Epstein, yang kini menjadi sorotan publik setelah sejumlah dokumen pengadilan dirilis secara luas. Penyelidikan terhadap Jagland sendiri telah berlangsung sejak awal Februari, menyusul munculnya informasi dari arsip Epstein yang menunjukkan jaringan sosial dan profesional yang melibatkan tokoh-tokoh penting dari berbagai negara.

Dalam pernyataannya, Jaksa Senior Marianne Bender mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada respons resmi dari pihak AS terkait permohonan tersebut. Proses peninjauan masih berlangsung, dengan fokus pada keterlibatan dua mantan diplomat Norwegia, Mona Juul dan Terje Rod-Larsen, yang juga disebut memiliki hubungan dengan Epstein dalam dokumen yang diungkap. Keputusan AS sangat menentukan karena banyak bukti dan catatan yang diduga berada di wilayah yurisdiksi Amerika Serikat, termasuk komunikasi dan transaksi keuangan yang mungkin relevan.

Pengungkapan dokumen Epstein, yang mencapai lebih dari 3,5 juta lembar, dilakukan secara bertahap oleh otoritas hukum AS. Pada 30 Januari, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan peluncuran seluruh materi terkait kasus tersebut ke publik. Keputusan ini memicu gelombang investigasi lintas negara, termasuk di Norwegia, yang ingin memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang terlewatkan. Dokumen-dokumen tersebut menjadi dasar utama bagi Okokrim dalam menilai apakah ada pelanggaran hukum yang melibatkan tokoh publik Norwegia.

Tujuan utama dari permintaan bantuan AS adalah memperoleh akses ke data yang tidak dapat diakses secara langsung dari dalam negeri Norwegia. Dengan kolaborasi hukum internasional, Okokrim berharap bisa memperkuat bukti dan menyelesaikan penyelidikan secara transparan dan akuntabel. Proses ini menunjukkan komitmen Norwegia terhadap keadilan hukum, bahkan ketika melibatkan tokoh berpengaruh yang pernah menjabat di lembaga internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya