Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 24 Ribu Siswa di Belitung

Program Makan Bergizi Gratis di Belitung berhasil menjangkau 24.000 siswa dari SD hingga SMA dengan dukungan 11 dapur operasional dan perluasan jangkauan melalui tiga dapur baru.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 12.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 24 Ribu Siswa di Belitung📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Belitung telah mencapai 24.000 peserta didik, menjangkau seluruh jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keberhasilan ini tak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), dan seluruh stakeholder terkait.

Operasional program didukung oleh 11 dapur SPPG yang berfungsi secara aktif, termasuk Dapur SPPG Air Buntar di Kecamatan Membalong yang menjadi lokasi paling jauh. Meski terkendala akses geografis, sistem logistik dan distribusi tetap dijaga ketat agar semua siswa mendapatkan makanan bergizi secara merata dan tepat waktu. Dalam waktu dekat, tiga dapur baru—Pangkalalang III, Air Saga II, dan Badau—dipersiapkan untuk memperluas jangkauan layanan ke wilayah terpencil.

Respons positif datang dari berbagai pihak, termasuk siswa, guru, dan orang tua. Banyak orang tua menyampaikan kepuasan atas perubahan nyata dalam kondisi kesehatan anak-anak mereka, khususnya terkait peningkatan energi dan konsentrasi di sekolah. Hal ini menunjukkan dampak langsung dari asupan gizi yang terjamin secara konsisten. Pihak SPPG juga menegaskan bahwa setiap tahapan operasional, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengiriman makanan, dilakukan dengan pengawasan ketat guna menjaga keamanan dan kualitas.

Untuk meminimalkan risiko konsumsi makanan melebihi batas aman, label batas konsumsi kini ditempelkan pada setiap wadah makanan (ompreng). Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam menjamin keselamatan konsumen. Dengan sistem yang terintegrasi dan pengawasan berjenjang, program MBG di Belitung terus berjalan optimal, menunjukkan komitmen nyata terhadap kesejahteraan generasi muda melalui akses gizi yang merata dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya