Warga Kaya China Pindahkan Aset ke AS Akibat Kebijakan Pajak Baru
Peningkatan permintaan pembukaan rekening di Amerika Serikat terjadi menyusul kebijakan pajak retroaktif China terhadap aset luar negeri, meski pemindahan dana tak menghilangkan kewajiban pajak global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.38 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 52x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejumlah warga kaya asal Tiongkok mulai memindahkan aset mereka dari Singapura dan Hong Kong ke Amerika Serikat dalam jumlah yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini dipicu oleh kebijakan pajak baru yang diterapkan pemerintah Beijing sejak Juli 2026, yang mewajibkan pelaporan dan pembayaran pajak 20% atas pendapatan dan keuntungan dari perwalian luar negeri milik wajib pajak Tiongkok. Kebijakan ini menciptakan tekanan finansial bagi pemilik kekayaan yang sebelumnya memanfaatkan struktur hukum offshore untuk mengurangi beban pajak.
Berdasarkan laporan dari para penasihat keuangan dan pengacara, permintaan pembukaan rekening di bank-bank swasta AS mengalami lonjakan signifikan, dengan sebagian klien berhasil menyelesaikan proses dalam waktu kurang dari dua bulan. Keberhasilan ini didukung oleh keberadaan sistem perbankan AS yang tidak terikat dalam Common Reporting Standard (CRS), sehingga tidak secara otomatis berbagi informasi rekening dengan otoritas pajak Tiongkok. Hal ini membuat AS dianggap lebih sulit dilacak dibandingkan yurisdiksi lain yang berpartisipasi dalam sistem pertukaran informasi global.
Namun, para ahli hukum dan pajak menegaskan bahwa perpindahan aset ke AS tidak serta-merta menghilangkan kewajiban pajak di Tiongkok. Individu yang tetap dikategorikan sebagai wajib pajak Tiongkok tetap wajib melaporkan seluruh pendapatan global, termasuk dari aset di luar negeri. Informasi transaksi sebelumnya, yang telah dilaporkan melalui CRS, tetap dapat menjadi dasar bagi otoritas pajak Tiongkok untuk menelusuri aset, bahkan setelah pemindahan. “Bersembunyi bukan perencanaan pajak,” tegas salah satu pengacara dari firma hukum Hong Kong.
Pemindahan dana dari dalam Tiongkok ke luar negeri tetap menghadapi tantangan besar, terutama untuk jumlah besar. Bankir swasta dari Singapura memperkirakan bahwa proses pengiriman modal dari daratan Tiongkok akan semakin sulit, mengingat ketatnya pengawasan terhadap aliran modal. Sebagian besar aset yang kini berpindah ke AS berasal dari portofolio yang sudah berada di luar negeri sebelum kebijakan baru diberlakukan. Karena itu, perpindahan ini lebih mencerminkan strategi adaptasi terhadap lingkungan regulasi yang semakin ketat, bukan solusi bebas pajak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

