Warisan Pembangunan Orde Baru Picu Krisis Karhutla di Kalimantan
Pembangunan ekonomi berbasis hutan sejak era Orde Baru di Kalimantan menjadi akar utama munculnya kebakaran hutan dan lahan yang berulang hingga kini.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.56 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan bukan sekadar peristiwa alam, melainkan hasil dari pola pembangunan ekonomi yang terus berlanjut sejak era Orde Baru. Ketika pendapatan negara dari migas menurun pada awal 1980-an, pemerintah beralih ke sumber daya alam sebagai tulang punggung ekonomi, dengan Kalimantan menjadi fokus utama. Hutan tropis yang luas digantikan oleh konsesi kayu, kertas, dan perkebunan kelapa sawit, sebagian besar dengan izin yang diberikan secara masif tanpa pengawasan ketat.
Pola eksploitasi ini diperkuat oleh kebijakan pemerintah Soeharto yang mengarahkan 1 juta hektare lahan gambut di Kalimantan untuk dibuka sebagai persawahan demi menjawab kebijakan ketahanan pangan. Kebijakan tersebut, meski dilakukan di akhir masa kekuasaan, menanamkan kerentanan jangka panjang terhadap kebakaran, terutama karena lahan gambut yang kering dan mudah terbakar. Dua periode kebakaran besar—1982–1983 dan 1997–1998—menjadi bukti nyata dari dampak degradasi lingkungan yang dihasilkan oleh pendekatan eksploitatif terhadap hutan.
Riset terbaru menunjukkan bahwa area konsesi perusahaan di Kalimantan menjadi lokasi dominan kebakaran berulang antara 2015 hingga 2019. Banyak dari wilayah tersebut memiliki tingkat kerentanan karhutla tinggi, namun tetap beroperasi tanpa peningkatan pengelolaan risiko. Meski pemerintah menyatakan komitmen menindak pelaku, realitas hukum menunjukkan kegagalan signifikan. Salah satunya, PT Kumai Sentosa, yang didakwa atas pembakaran lahan di Kalimantan Tengah, akhirnya dibebaskan oleh Mahkamah Agung pada 2021, meski sebelumnya diduga harus membayar ganti rugi Rp935 miliar.
Warisan sistem pembangunan yang menempatkan ekonomi di atas lingkungan masih terasa hingga hari ini. Pemerintah, yang sejak masa kolonial Belanda hingga era Sukarno telah memposisikan Kalimantan sebagai wilayah sumber daya, kini dihadapkan pada kritik atas kontribusinya dalam memperparah krisis lingkungan. Dari penjajahan Belanda yang memfasilitasi eksploitasi kayu hingga kolaborasi dengan Jepang, hingga kebijakan Orde Baru yang membuka lahan secara besar-besaran, jejak sejarah ini menunjukkan bahwa kebakaran hutan bukan kecelakaan, melainkan hasil dari kebijakan yang tidak memperhitungkan dampak jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

