Wendi Cagur Minta Karhutla Ditetapkan sebagai Bencana Nasional
Komedian Wendi Cagur mendesak pemerintah menaikkan status kebakaran hutan dan lahan menjadi bencana nasional demi akses penanganan yang lebih cepat dan menyeluruh.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 15.31 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Krisis kebakaran hutan dan lahan yang terus berulang di sejumlah provinsi Indonesia kini mendapat sorotan tajam dari tokoh publik Wendi Cagur. Ia menekankan bahwa kondisi asap yang menyelimuti wilayah seperti Kalimantan, Sumatra, hingga Papua telah mencapai tingkat yang mengancam kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Dalam unggahan terbarunya, ia menyampaikan keprihatinan atas keterbatasan napas dan pandangan akibat polusi udara yang kian parah.
Wendi menilai bahwa situasi saat ini sudah melebihi batas normal dan layak dikategorikan sebagai bencana nasional. Ia menekankan pentingnya penanganan skala besar, termasuk koordinasi lintas daerah dan penyerapan sumber daya nasional. Menurutnya, status bencana nasional akan membuka ruang lebih besar bagi partisipasi berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya, teknologi inovatif, dan bantuan logistik dari dalam maupun luar negeri.
Ia juga menyampaikan kekecewaan terhadap praktik pembakaran yang diduga sengaja dilakukan oleh oknum tertentu demi keuntungan pribadi. Dengan nada tegas, Wendi mempertanyakan moralitas di balik tindakan yang merusak lingkungan dan menimbulkan dampak lintas batas negara. Ia mengingatkan bahwa jika kebakaran ini disengaja, pelakunya harus mendapatkan hukuman yang setimpal, baik di dunia maupun di akhirat.
Tak hanya sebagai kritik, Wendi juga mengajak publik untuk tetap menjaga kesadaran dan terus mengawal isu ini hingga semua titik api benar-benar padam. Ia menyeru seluruh rekan seni dan masyarakat untuk tidak berhenti bersuara, karena keberlanjutan aksi penting untuk memastikan kebijakan tidak hanya berlaku sementara. Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga kewajiban bersama.
Di sisi lain, pemerintah masih menolak menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, dengan alasan kemampuan negara untuk menangani secara mandiri. Namun data dari BNPB per 19 Oktober menunjukkan masih ada 10.934 titik panas dan 236 titik api aktif di enam provinsi, termasuk Riau, Jambi, Sumatra Selatan, serta tiga provinsi di Kalimantan. Meski demikian, dukungan dari tokoh seperti Reza Rahadian menegaskan bahwa status bencana nasional justru akan memperkuat kemitraan dan efektivitas penanganan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

