Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

WhatsApp Hadirkan Fitur Kendali Orang Tua untuk Remaja

WhatsApp meluncurkan fitur kendali orang tua yang memungkinkan orang tua dan remaja menentukan pengaturan privasi secara bersama, tanpa mengganggu enkripsi end-to-end.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
WhatsApp Hadirkan Fitur Kendali Orang Tua untuk Remaja📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - WhatsApp kini memperkenalkan sekelompok fitur baru yang dirancang khusus untuk mendukung keterlibatan orang tua dalam penggunaan aplikasi oleh remaja. Fitur ini hadir sebagai solusi kolaboratif, di mana orang tua dan anak dapat menyesuaikan pengaturan bersama sesuai kebutuhan dan batasan yang disepakati. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman digital yang lebih aman dan terkontrol, tanpa mengurangi privasi pengguna.

Salah satu fitur utamanya adalah kemampuan orang tua untuk mengatur siapa saja yang bisa melihat foto profil anak, serta mengontrol siapa yang boleh menambahkan anak ke dalam grup. Sistem juga akan mengirim notifikasi otomatis ketika anak bergabung atau keluar dari grup, sehingga orang tua tetap bisa memantau aktivitas sosial anak secara real time. Pengaturan ini dilengkapi dengan kontrol terhadap akses ke fitur Status dan Saluran, termasuk siapa yang bisa melihat pembaruan status anak.

Untuk pengalaman terhadap fitur AI Meta, WhatsApp menyediakan pengaturan default yang sesuai untuk remaja berusia di atas 13 tahun, dengan opsi penyesuaian lebih ketat jika diperlukan. Semua pengaturan dapat dimodifikasi atau dinonaktifkan kembali hanya dengan memasukkan PIN, memberikan fleksibilitas bagi keluarga dalam menentukan tingkat kontrol yang mereka anggap tepat.

Penting dicatat bahwa meskipun orang tua bisa memantau aktivitas dan pengaturan akun, isi percakapan, panggilan, dan data sensitif tetap dilindungi oleh enkripsi end-to-end. Ini menjamin bahwa privasi pesan tetap terjaga, sehingga fitur kendali ini tidak dianggap sebagai pengawasan berlebihan. WhatsApp menekankan bahwa tujuan utamanya adalah memicu diskusi terbuka antara orang tua dan remaja tentang penggunaan digital yang bertanggung jawab.

Beberapa ahli menilai bahwa fitur ini muncul sebagai respons terhadap tekanan regulasi global terhadap platform digital yang menyasar perlindungan anak. Meski bersifat opsional, keberadaan fitur ini dianggap sebagai upaya Meta menunjukkan komitmen terhadap keamanan anak, terlepas dari kritik bahwa verifikasi usia tetap menjadi tanggung jawab individu. Pertanyaan besar yang masih mengemuka adalah sejauh mana fitur ini akan digunakan secara luas oleh keluarga di berbagai wilayah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya