Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

WIKA Percepat Pemulihan Air Minum Pasca-Bencana Sumut

Proyek rehabilitasi SPAM di Sumatera Utara oleh WIKA menargetkan pemulihan akses air minum bagi 995 rumah, dengan pelaksanaan mulai Januari 2026 hingga selesai dalam satu tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.11 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 74x dibuka
WIKA Percepat Pemulihan Air Minum Pasca-Bencana Sumut📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kini menempatkan fokus utama pada pemulihan sistem penyediaan air minum di tiga kabupaten di Sumatera Utara pasca-bencana alam akhir November 2025. Proyek ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dasar yang rusak akibat banjir dan tanah longsor. Dengan konsentrasi pada wilayah Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan, WIKA bertanggung jawab atas pembangunan sumur bor, jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang 41 kilometer, reservoir, serta pemasangan sambungan rumah.

Pekerjaan mencakup pembangunan dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas masing-masing 50 liter per detik, sehingga total kapasitas mencapai 100 liter per detik. Proyek yang dimulai sejak Januari 2026 ini telah mencapai tahap pra-komisioning hingga pertengahan Oktober 2026, dengan uji aliran dilakukan secara bertahap untuk memastikan sistem berfungsi optimal sebelum dioperasikan secara penuh. Layanan air minum dipulihkan secara bertahap sesuai kesiapan fasilitas dan hasil verifikasi teknis bersama instansi terkait.

Untuk mendukung pelaksanaan proyek, WIKA mengerahkan sekitar 127 tenaga kerja dan tujuh unit alat berat di lokasi kerja. Selain itu, pihak perusahaan memprioritaskan keterlibatan tenaga kerja lokal serta pemanfaatan material dan sumber daya dari daerah yang memenuhi standar teknis. Koordinasi intensif dilakukan dengan Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, PDAM, dan pemangku kepentingan lain untuk memastikan kelancaran pelaksanaan dan kesiapan infrastruktur saat beroperasi.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk komitmen nyata perusahaan dalam mendukung pemulihan layanan dasar pasca-bencana. “Kami terus mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan kualitas konstruksi, keselamatan, serta koordinasi lintas sektor,” ujarnya pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Tujuan utamanya adalah menjamin ketersediaan air minum yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta, proyek ini menjadi contoh konkret kolaborasi dalam memulihkan infrastruktur kritis. Dengan selesainya proyek dalam waktu satu tahun, diharapkan 995 sambungan rumah dapat kembali menikmati akses air minum layak, sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya