WNI di Eropa Diminta Waspada Akibat Gelombang Unjuk Rasa
Kementerian Luar Negeri mengimbau WNI di Prancis dan Italia berhati-hati menyusul demonstrasi besar yang melanda kedua negara, tanpa adanya laporan korban dari warga Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 92x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai keterlibatan atau dampak langsung terhadap Warga Negara Indonesia di Prancis dan Italia, meskipun kedua negara tengah dilanda gelombang unjuk rasa besar-besaran pada awal Oktober. Peristiwa tersebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, terutama terkait kenaikan biaya hidup dan kondisi ekonomi yang memburuk.
Dalam rilis resmi, Direktur Pelindungan WNI Heni Hamidah menegaskan bahwa KBRI Paris dan KBRI Roma telah melakukan pemantauan intensif terhadap situasi keamanan pasca-demonstrasi. Kedua perwakilan diplomatik juga telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah akreditasi untuk selalu waspada, menghindari kerumunan massa, serta memantau perkembangan situasi melalui saluran resmi otoritas lokal.
Pihak KBRI menyarankan WNI untuk menyesuaikan rencana perjalanan, terutama mengingat potensi gangguan pada layanan transportasi umum. Selain itu, masyarakat Indonesia di Eropa diminta tetap mematuhi arahan aparat keamanan dan tidak terlibat dalam aksi protes yang berpotensi memicu kekacauan. Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Paris di +33-6-2112-2109 atau KBRI Roma melalui +39-338-954-2333.
Di Prancis, aksi unjuk rasa yang awalnya dipelopori pelajar untuk menuntut perbaikan sistem pendidikan, berubah menjadi gerakan nasional dengan tuntutan lebih luas, termasuk perbaikan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Beberapa wilayah melaporkan kerusakan infrastruktur dan aksi perusakan toko, terutama saat situasi mulai mereda. Di Italia, demonstrasi di Roma dan Milan diselenggarakan oleh serikat pekerja dan masyarakat sipil menanggapi kenaikan harga BBM dan biaya hidup yang tinggi, dengan sejumlah bentrokan terjadi di pusat kota.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

