Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

WNI di Eropa Diminta Waspada Akibat Gelombang Unjuk Rasa

Kementerian Luar Negeri mengimbau WNI di Prancis dan Italia berhati-hati menyusul demonstrasi besar yang melanda kedua negara, tanpa adanya laporan korban dari warga Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 92x dibuka
WNI di Eropa Diminta Waspada Akibat Gelombang Unjuk Rasa📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai keterlibatan atau dampak langsung terhadap Warga Negara Indonesia di Prancis dan Italia, meskipun kedua negara tengah dilanda gelombang unjuk rasa besar-besaran pada awal Oktober. Peristiwa tersebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, terutama terkait kenaikan biaya hidup dan kondisi ekonomi yang memburuk.

Dalam rilis resmi, Direktur Pelindungan WNI Heni Hamidah menegaskan bahwa KBRI Paris dan KBRI Roma telah melakukan pemantauan intensif terhadap situasi keamanan pasca-demonstrasi. Kedua perwakilan diplomatik juga telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah akreditasi untuk selalu waspada, menghindari kerumunan massa, serta memantau perkembangan situasi melalui saluran resmi otoritas lokal.

Pihak KBRI menyarankan WNI untuk menyesuaikan rencana perjalanan, terutama mengingat potensi gangguan pada layanan transportasi umum. Selain itu, masyarakat Indonesia di Eropa diminta tetap mematuhi arahan aparat keamanan dan tidak terlibat dalam aksi protes yang berpotensi memicu kekacauan. Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Paris di +33-6-2112-2109 atau KBRI Roma melalui +39-338-954-2333.

Di Prancis, aksi unjuk rasa yang awalnya dipelopori pelajar untuk menuntut perbaikan sistem pendidikan, berubah menjadi gerakan nasional dengan tuntutan lebih luas, termasuk perbaikan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Beberapa wilayah melaporkan kerusakan infrastruktur dan aksi perusakan toko, terutama saat situasi mulai mereda. Di Italia, demonstrasi di Roma dan Milan diselenggarakan oleh serikat pekerja dan masyarakat sipil menanggapi kenaikan harga BBM dan biaya hidup yang tinggi, dengan sejumlah bentrokan terjadi di pusat kota.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya