Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Yaqut Tantang Klarifikasi Pertemuan Maktour dengan Prabowo di Paris

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan alasan pertemuan antara bos Maktour dan Prabowo di Paris, menegaskan keterbukaan dan transparansi kebijakan pemerintah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan kekecewaan terhadap keberadaan pertemuan antara seorang tokoh dari Maktour dan mantan calon presiden Prabowo Subianto di Paris. Ia menegaskan bahwa setiap pertemuan yang melibatkan tokoh publik dan pejabat negara harus dipahami dalam konteks kebijakan dan kepentingan nasional, serta tidak boleh menimbulkan asumsi negatif tanpa dasar.

Dalam pernyataan resmi, Yaqut menegaskan bahwa pemerintah mengedepankan transparansi dalam setiap interaksi politik dan kelembagaan. Ia menyoroti pentingnya menjaga kredibilitas lembaga negara, terutama dalam isu-isu yang bersifat sensitif seperti hubungan antaraktor politik dan kebijakan publik. Pertemuan yang terjadi di luar negeri, menurutnya, harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Yaqut menegaskan bahwa keterlibatan tokoh publik dalam forum internasional tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab etis dan politik. Ia menekankan bahwa tidak ada ruang bagi praktik tersembunyi yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara. Ia meminta agar semua pihak yang terlibat memberikan penjelasan yang jelas dan terbuka mengenai tujuan serta konteks pertemuan tersebut.

Pertanyaan Yaqut menjadi sorotan publik karena menyangkut keterbukaan informasi dan pengawasan terhadap aktivitas politik yang dilakukan di luar negeri. Ia menegaskan bahwa kebijakan pemerintah harus selalu berbasis pada prinsip akuntabilitas, bukan hanya pada kepentingan sektoral atau personal. Dengan demikian, setiap tindakan harus dapat dipertanggungjawabkan secara publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya