12 Orang Meninggal Akibat Keracunan MBG di Sidoarjo? Hoaks
Klaim 12 orang meninggal akibat keracunan makanan bergizi gratis di Sidoarjo dibantah keras oleh pihak pesantren dan pemerintah daerah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 19.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Sebuah informasi yang beredar luas di media sosial menyebutkan bahwa 12 orang meninggal dunia akibat keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Unggahan tersebut dilengkapi dengan tangkapan layar ambulans yang diklaim berada di lokasi kejadian, memicu kepanikan di kalangan masyarakat. Namun, pernyataan tersebut secara tegas ditegaskan sebagai informasi palsu oleh pihak Pondok Pesantren Manbaul Hikam, tempat kejadian tersebut terjadi.
Pihak pesantren melalui akun media sosial resminya menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Mereka juga membantah tuduhan bahwa makanan yang menyebabkan keracunan berasal dari dapur internal pesantren. Pihak pesantren mengimbau seluruh wali santri dan masyarakat untuk tidak mempercayai serta menyebarkan informasi yang belum diverifikasi, demi mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu keresahan sosial.
Berdasarkan data resmi, sebanyak 644 santri dari Ponpes Manbaul Hikam mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kali Tengah pada Selasa, 1 September 2026. Pada Kamis, 3 September 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa 27 santri masih menjalani perawatan di RSI Siti Hajar Sidoarjo, sementara tiga lainnya dalam masa observasi. Seluruh santri yang sebelumnya dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo telah kembali ke rumah masing-masing.
Sebagai respons cepat, Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan surat penghentian sementara operasional SPPG tersebut dengan kategori berat, berlaku sejak Rabu, 2 September 2026. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari temuan awal yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam proses produksi dan distribusi makanan. Pihak BGN menegaskan bahwa tindakan tersebut diambil untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Bidik Rp270 Triliun dari Forum Asia Baru 2026
Forum Asia Baru 2026 di Bali menargetkan investasi global sebesar US$30 miliar, dengan Indonesia berharap menarik 40%-50% atau setara Rp270 triliun dari total tersebut.
25 Oktober 2026

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Perubahan skema insentif SPPG dari Rp6 juta per hari menjadi Rp2.000 per porsi diestimasi menghemat anggaran negara hampir Rp3 triliun hingga akhir Desember 2026.
25 Oktober 2026

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

