Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

21 Konsesi di Sumsel Picu Karhutla, Pemprov Tindak Lanjuti

Pemprov Sumsel mengidentifikasi titik kebakaran hutan dan lahan di 21 konsesi perusahaan, termasuk perkebunan, tambang batubara, dan migas, dan segera menindaklanjuti melalui rekomendasi resmi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
21 Konsesi di Sumsel Picu Karhutla, Pemprov Tindak Lanjuti
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengungkapkan adanya titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di 21 kawasan konsesi perusahaan. Temuan ini mencakup 16 perusahaan perkebunan, tiga perusahaan tambang batubara, serta dua perusahaan sektor migas. Lokasi kebakaran ditemukan melalui pemantauan berbasis satelit dan sistem deteksi dini yang dikelola secara intensif oleh instansi terkait.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, telah menandatangani surat rekomendasi resmi kepada seluruh bupati dan wali kota di wilayah provinsi untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut. Surat ini menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang terbukti menjadi lokasi kebakaran. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis pencegahan dampak lingkungan dan sosial dari kebakaran lahan yang berulang setiap musim kemarau.

Penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait untuk memastikan bahwa setiap titik kebakaran dikaitkan secara akurat dengan perusahaan pemilik konsesi. Hasil temuan akan menjadi dasar dalam proses penegakan hukum dan pemantauan kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban lingkungan.

Upaya ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kebakaran lahan yang berdampak luas. Dengan tindakan tegas dan koordinasi antarinstansi, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan, terutama pada musim kemarau yang kerap memicu peningkatan risiko karhutla.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya