26 Pemda Papua Belum Lengkapi Dokumen Otsus Tahap II
Sebanyak 26 pemerintah daerah di enam provinsi Papua belum selesaikan administrasi pencairan Dana Otsus Tahap II 2026, mengancam keterlambatan penyaluran dana pembangunan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 19.33 WITA·👁 5 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebanyak 26 pemerintah daerah di wilayah Papua, mencakup provinsi dan kabupaten/kota di enam provinsi, belum menyelesaikan kelengkapan administrasi untuk pencairan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahap II Tahun Anggaran 2026. Keterlambatan ini berpotensi menunda realisasi program pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Wakil Menteri Dalam Negeri menekankan bahwa kesiapan pemerintah pusat telah memadai, sementara proses penyaluran kini bergantung sepenuhnya pada kecepatan dan kesiapan administrasi pemerintah daerah.
Pemerintah pusat telah memperbaiki mekanisme penyaluran dengan menurunkan standar pertanggungjawaban, hanya mengharuskan realisasi minimal 50 persen dari Dana Otsus Tahap I sebelum tahap kedua dapat dicairkan. Syarat ini mencakup pelaporan kinerja, capaian keluaran, serta laporan penggunaan SiLPA dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) dari tahun anggaran sebelumnya. Dengan aturan ini, diharapkan proses administrasi tidak menjadi hambatan berkelanjutan bagi daerah yang telah menjalankan program secara nyata.
Kepala daerah di wilayah Papua diminta segera memerintahkan unit teknis untuk segera mengajukan permohonan pencairan. Ribka Haluk menegaskan bahwa Dana Otsus adalah instrumen untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar alokasi anggaran. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akurasi data, khususnya dalam identifikasi penerima manfaat berbasis nama dan alamat (by name by address), guna memastikan dana tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan.
Penerapan prinsip 5T—tepat waktu, tepat sasaran, tepat uang, tepat pertanggungjawaban, dan berorientasi hasil—dijadikan dasar utama dalam tata kelola Otsus. Pembenahan ini dilakukan sebagai komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah setelah dua dekade perjalanan otonomi khusus. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan dana tidak boleh menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil kerja sama yang saling mendukung.
Pemerintah pusat tetap membuka akses pendampingan bagi daerah yang menghadapi kendala teknis dalam pengurusan dokumen. Ribka menegaskan bahwa dukungan akan diberikan secara proaktif, asalkan daerah bersedia berkoordinasi. Tujuannya adalah memastikan seluruh dana Otsus disalurkan tepat waktu, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat Papua.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

