Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

3.450 Lowongan Tersedia di Job Fair Gelombang II Jakarta Barat

Bursa kerja gelombang II di Jakbar menawarkan 3.450 lowongan dari 48 perusahaan, dilengkapi sesi wawancara langsung untuk pencari kerja.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 21.06 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
3.450 Lowongan Tersedia di Job Fair Gelombang II Jakarta Barat📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Jakarta Barat kembali menyelenggarakan bursa kerja secara langsung sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran di ibu kota. Kegiatan yang digelar di Gelanggang Remaja Cengkareng menawarkan total 3.450 posisi kerja dari 48 perusahaan yang terlibat. Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 22 dan 23 September 2026, dan diikuti oleh berbagai lapisan pencari kerja dari berbagai latar belakang usia dan pengalaman.

Sebelum pelaksanaan offline, kegiatan telah dimulai secara daring sejak 11 hingga 24 September, dengan melibatkan perusahaan yang memenuhi kriteria perekrutan sesuai kebutuhan pasar. Setelah pelaksanaan di lokasi, pihak penyelenggara menyelenggarakan sesi walk-in interview pada 24 September 2026, yang digelar di empat titik lokasi di wilayah Kecamatan Palmerah, Tambora, Kembangan, dan Kelurahan Kapuk. Kegiatan ini menjadi kesempatan langsung bagi pencari kerja untuk menghadap langsung kepada perusahaan yang membuka lowongan.

Kepala Sudin Nakertransgi Jakarta Barat, Faradisa Saforda Basuni, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam memperluas akses lapangan kerja, terutama bagi lulusan baru dan tenaga kerja yang sedang mencari kesempatan baru. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, dengan menekankan pentingnya partisipasi aktif dalam proses pencarian kerja.

Kehadiran peserta tidak hanya terbatas pada generasi muda, namun juga mencakup tenaga kerja berusia matang yang kembali memasuki dunia kerja setelah jeda panjang. Salah satunya adalah Rahman Fajar (45), yang menempuh perjalanan jauh dari Hutan Kota Srengseng hanya untuk menghadiri acara. Ia pernah bekerja sebagai petugas SPBU sebelum mengalami kecelakaan sekitar 2014–2015 dan berhenti bekerja pada 2017. Kini, dengan kemampuan dasar komputer dan pengalaman administrasi di lingkungan musala, ia berharap bisa mendapatkan posisi sebagai staf administrasi atau keuangan.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim, menyambut positif penyelenggaraan job fair ini sebagai langkah konkret dalam menangani persoalan pengangguran. Ia menilai frekuensi yang lebih tinggi—idealnya tiga kali dalam setahun—akan lebih efektif, namun menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Ia berharap di masa depan, program serupa dapat dilaksanakan lebih sering untuk memberi ruang lebih luas bagi masyarakat dalam menemukan pekerjaan yang sesuai.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya