Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

334 Warga Agam Keracunan Setelah Konsumsi MBG

Sebanyak 334 warga, termasuk siswa dan guru, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan berbentuk MBG di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dan kini dalam penanganan medis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 23.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
334 Warga Agam Keracunan Setelah Konsumsi MBG
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 334 orang dari tiga nagari di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan berbentuk MBG pada Senin (31/8), dengan kondisi memburuk pada Selasa (1/9) pagi. Korban berasal dari wilayah Palupuh, Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang, sebagian besar merupakan siswa sekolah dasar yang mengalami mual, muntah, diare, demam, dan pusing.

Kepala SD Negeri 08 Nan Limo, Jonnedi, menyampaikan bahwa awalnya 21 siswa menunjukkan gejala, namun jumlahnya meningkat menjadi 54 orang dalam sehari. Semua korban langsung dibawa ke Puskesmas Palupuh untuk penanganan medis. Hingga kini, tidak ada korban yang dirawat secara inap, melainkan hanya menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat.

Data sementara dari pihak kecamatan menyebutkan bahwa dari total 334 korban, 274 merupakan siswa SD, 19 guru SD, 40 siswa SMPN 1 Palupuh, dan dua guru dari sekolah tersebut. Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, mengonfirmasi adanya dugaan keracunan terkait konsumsi makanan dari dapur MBG yang berlokasi di Pasia Laweh. Ia menegaskan bahwa Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mulai melakukan investigasi bersama.

Dalam upaya penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Agam meminta agar Yayasan Affa Adicitta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pasia Laweh untuk menghentikan sementara operasionalnya hingga hasil investigasi selesai. Hasil pemeriksaan diperkirakan rampung dalam waktu tujuh hari ke depan. Pihak Pemkab menyatakan belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena masih menunggu kepastian dari tim investigasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya