Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

4,2 Juta UMKM Jateng Dukung Transformasi Ekonomi Nasional

Pemprov Jateng kembali tekankan transformasi UMKM dari skala mikro ke menengah dan ekspor melalui pendampingan, digitalisasi, serta akses pembiayaan terjangkau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 17.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
4,2 Juta UMKM Jateng Dukung Transformasi Ekonomi Nasional📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan seluruh 4,2 juta unit usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayahnya mampu naik kelas dalam lima tahun ke depan, dengan fokus pada transformasi struktural dari usaha mikro menjadi usaha kecil, menengah, hingga berdaya saing global. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa UMKM bukan sekadar pelaku ekonomi lokal, melainkan pilar utama pertumbuhan ekonomi yang harus memiliki dampak nyata, baik secara sosial maupun finansial.

Kegiatan ini disampaikan dalam rangkaian Bursa Wirausaha Unggulan 2026 yang digelar di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang. Acara yang menyatukan pelaku usaha, lembaga inkubator, dan pemangku kebijakan menjadi sarana strategis untuk memperluas jaringan, memperkuat kemitraan, serta membuka akses pasar bagi produk UMKM. Menurut Luthfi, tantangan geopolitik dan keterbatasan anggaran fiskal memperkuat kebutuhan transformasi UMKM agar lebih tangguh dan mandiri.

Dalam upaya peningkatan kapasitas, Dinas Koperasi dan UKM Jateng telah menuntaskan pendampingan terhadap 201.035 unit usaha hingga triwulan II 2026, dengan nilai aset mencapai Rp39,74 triliun dan omzet sekitar Rp70,74 triliun. Program akademik seperti Akademi Balatkop dan Hetero Business Leap menjadi instrumen utama, memberikan pelatihan dalam digital marketing, pengelolaan keuangan, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan produk.

Pada 2026, sebanyak 2.282 wirausaha telah terbina, terdiri dari 1.398 calon wirausaha, 436 pelaku usaha pemula, dan 448 usaha mapan. Bidang usaha dengan minat terbesar mencakup makanan (48,9 persen), kerajinan (13,3 persen), serta jasa digital (13,3 persen). Selain itu, akses pembiayaan melalui KUR dengan bunga 6 persen dari Bank Jateng menjadi kunci pendukung bagi pelaku usaha muda untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Pemerintah terus menggandeng seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas kegiatan pameran, memperkuat ekosistem digital, dan mempercepat integrasi pasar dalam dan luar negeri. Dengan pendekatan terpadu dan sistemik, Jateng menegaskan komitmen untuk menjadikan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya