Rupiah Menguat Didukung Cadangan Devisa Kuat
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.887 per dolar AS, didorong posisi cadangan devisa yang tetap kuat di level 146,3 miliar dolar AS pada September.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 17.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Rabu menunjukkan penguatan sebesar 12 poin atau 0,07 persen, berada di level Rp17.887 per dolar AS, lebih baik dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di Rp17.899. Penguatan ini tercermin juga pada kurs JISDOR Bank Indonesia yang bergerak ke Rp17.880, menunjukkan sentimen positif terhadap mata uang lokal.
Penguatan rupiah didorong oleh kondisi eksternal yang stabil, khususnya posisi cadangan devisa Indonesia yang tetap kuat pada September 2024 sebesar 146,3 miliar dolar AS, meskipun sedikit turun dari posisi 146,5 miliar dolar AS pada Agustus. Angka ini setara dengan pembiayaan impor selama 5,3 bulan atau mencakup 5,2 bulan pembiayaan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh melampaui standar kecukupan internasional yang biasanya diperkirakan tiga bulan.
Kondisi tersebut memberikan ruang yang cukup besar bagi stabilitas nilai tukar rupiah, menjadi faktor penopang utama penguatan hari ini. Selain itu, pelemahan dolar AS secara global juga berkontribusi, didorong oleh meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed dapat memilih pendekatan lebih dovish dalam kebijakan moneter. Namun, ruang penguatan rupiah tetap terbatas karena pasar masih menunggu rilis risalah rapat FOMC dan perkembangan kebijakan suku bunga Amerika Serikat ke depan.
Pergerakan indeks dolar AS (DXY) dan dinamika sentimen global tetap menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah rupiah dalam jangka pendek. Pasar tetap waspada terhadap sinyal kebijakan moneter global, terutama dari Federal Reserve, yang dapat mengubah arah pergerakan mata uang secara signifikan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Febrie Adriansyah Didakwa Terima Saham Rp14 Miliar dari Kasus Krakatau Steel
Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus didakwa menerima saham senilai Rp14 miliar dari PT Cahaya Baja Sukses dalam konteks penyelesaian kewajiban terhadap anak usaha Krakatau Steel.
7 Oktober 2026

4,2 Juta UMKM Jateng Dukung Transformasi Ekonomi Nasional
Pemprov Jateng kembali tekankan transformasi UMKM dari skala mikro ke menengah dan ekspor melalui pendampingan, digitalisasi, serta akses pembiayaan terjangkau.
7 Oktober 2026

Pilih Paspor 5 atau 10 Tahun? Ini Perbedaan Biaya dan Manfaatnya
Pemohon paspor di Indonesia bisa memilih masa berlaku 5 atau 10 tahun, tergantung kriteria usia, status pernikahan, dan domisili, dengan perbedaan biaya Rp300.000 antara keduanya.
7 Oktober 2026

Super El Niño 2026–2027 Ancam Ketahanan Pangan dan Stabilitas Ekonomi
Prediksi ilmiah menunjukkan El Niño kuat hingga 2027 berpotensi picu krisis pangan, inflasi, dan kebakaran hutan di sejumlah wilayah Indonesia.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Mahasiswa Dihukum 5 Bulan karena Edit Teks Meme Demo
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.51 WITA

DPR Minta Evaluasi Pembebasan Bersyarat Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.51 WITA

Trump Akui Tak Paham Siapa Pemimpin Iran Saat Ini
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.51 WITA

250 Ribu Pelajar dan Guru Turun ke Jalan Tuntut Perbaikan Pendidikan Prancis
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.51 WITA

Polisi Prancis Didakwa Usai Remaja 14 Tahun Patah Rahang Saat Demo
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.50 WITA

Trump Sebut LA dan San Diego Bisa Dihancurkan, Pemimpin California Kecam Keras
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.50 WITA

Jokowi Bertemu Prabowo di Kertanegara, Fokus pada Stabilitas Nasional
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.49 WITA

Rebecca Klopper Periksa Kembali Kasus Video Syur ke Bareskrim
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.49 WITA

