Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Menguat Didukung Cadangan Devisa Kuat

Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.887 per dolar AS, didorong posisi cadangan devisa yang tetap kuat di level 146,3 miliar dolar AS pada September.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 17.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rupiah Menguat Didukung Cadangan Devisa Kuat📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Rabu menunjukkan penguatan sebesar 12 poin atau 0,07 persen, berada di level Rp17.887 per dolar AS, lebih baik dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di Rp17.899. Penguatan ini tercermin juga pada kurs JISDOR Bank Indonesia yang bergerak ke Rp17.880, menunjukkan sentimen positif terhadap mata uang lokal.

Penguatan rupiah didorong oleh kondisi eksternal yang stabil, khususnya posisi cadangan devisa Indonesia yang tetap kuat pada September 2024 sebesar 146,3 miliar dolar AS, meskipun sedikit turun dari posisi 146,5 miliar dolar AS pada Agustus. Angka ini setara dengan pembiayaan impor selama 5,3 bulan atau mencakup 5,2 bulan pembiayaan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh melampaui standar kecukupan internasional yang biasanya diperkirakan tiga bulan.

Kondisi tersebut memberikan ruang yang cukup besar bagi stabilitas nilai tukar rupiah, menjadi faktor penopang utama penguatan hari ini. Selain itu, pelemahan dolar AS secara global juga berkontribusi, didorong oleh meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed dapat memilih pendekatan lebih dovish dalam kebijakan moneter. Namun, ruang penguatan rupiah tetap terbatas karena pasar masih menunggu rilis risalah rapat FOMC dan perkembangan kebijakan suku bunga Amerika Serikat ke depan.

Pergerakan indeks dolar AS (DXY) dan dinamika sentimen global tetap menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah rupiah dalam jangka pendek. Pasar tetap waspada terhadap sinyal kebijakan moneter global, terutama dari Federal Reserve, yang dapat mengubah arah pergerakan mata uang secara signifikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya