Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

4 Polisi Uganda Dipecat Usai Libatkan Diri dalam Penipuan Emas Rp71 M

Empat anggota polisi Uganda dihentikan secara permanen setelah terbukti terlibat dalam skandal penipuan emas senilai 4 juta dolar AS yang melibatkan perusahaan tambang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
4 Polisi Uganda Dipecat Usai Libatkan Diri dalam Penipuan Emas Rp71 M
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Empat personel kepolisian Uganda telah diberhentikan secara permanen setelah terbukti terlibat dalam skandal penipuan emas bernilai 4 juta dolar AS (sekitar Rp71 miliar). Kasus ini terungkap setelah seorang pengusaha asal Dubai melaporkan dugaan penipuan terhadap perusahaan bernama Real Sunex Limited, yang diduga menipu korban dengan transaksi emas fiktif. Laporan tersebut diteruskan ke Unit Polisi Pertambangan, memicu penyelidikan mendalam yang melibatkan elemen keamanan dan militer.

Sidang disiplin terhadap keempat petugas—Ayub Kurut, Emorat Raazak, Benon Waiswa, dan Waiswa Siraje—telah selesai dan hasilnya berupa pemecatan. Dari hasil operasi gabungan, 16 orang ditangkap sebagai bagian dari jaringan sindikat penipuan emas. Barang bukti yang disita mencakup emas palsu, dokumen pendukung transaksi ilegal, serta delapan kendaraan yang diduga digunakan dalam aktivitas kriminal.

Menurut juru bicara kepolisian, keempat petugas tersebut diduga meninggalkan wilayah tugas tanpa izin dan secara aktif memberikan perlindungan kepada tersangka. Tindakan ini dianggap melanggar kode etik profesional secara serius. Pihak kepolisian menegaskan bahwa para tersangka, termasuk mantan petugas, akan dijerat dengan tindak pidana.

Pihak kepolisian juga mengimbau pelaku usaha yang terlibat dalam perdagangan emas dan mineral berharga untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mitra bisnis sebelum melakukan transaksi besar. Mereka menyoroti adanya kecenderungan pelaku usaha yang tergiur oleh potensi keuntungan tinggi, sehingga memilih jalur tidak resmi dan berisiko tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya