Harga Minyak Melonjak, Pasar Asia Tertekan Geopolitik
Kenaikan harga minyak akibat ketegangan AS-Iran picu kekhawatiran inflasi dan arah kebijakan suku bunga global.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pasar saham Asia-Pasifik mengalami volatilitas pada perdagangan Rabu (9/9/2026), menyusul lonjakan harga minyak mentah yang dipicu eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan harga komoditas energi tersebut memperkuat kecemasan investor terhadap tekanan inflasi serta prospek kebijakan moneter bank sentral, khususnya Federal Reserve.
Indeks utama di beberapa negara menunjukkan pergerakan berbeda. Nikkei 225 melemah 0,23%, sementara Topix turun 0,35%. Di Korea Selatan, Kospi menguat 0,36%, dan indeks saham kecil Kosdaq naik 0,47%. Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia merangkak naik secara tipis. Pergerakan ini terjadi setelah pasar AS mengalami penurunan pada Selasa, sesi pertama pasca-libur Labor Day.
Harga minyak mentah Brent sempat melampaui level US$99 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menyentuh US$94 per barel dalam perdagangan setelah jam bursa. Lonjakan tersebut berlangsung setelah Iran dilaporkan melakukan serangan kedua terhadap kapal angkatan laut AS, yang sebelumnya tidak terungkap. Kenaikan harga minyak juga memengaruhi pasar obligasi, dengan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun sempat menyentuh 4,8%, mencerminkan ekspektasi inflasi yang meningkat.
Di pasar saham AS, tiga indeks utama turun pada Selasa. Dow Jones Industrial Average turun 1,2%, mencatat penurunan terbesar dalam hampir tiga pekan, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite melemah masing-masing 0,6% dan 0,3%. Investor mulai beralih fokus dari kinerja perusahaan ke risiko geopolitik yang berpotensi memengaruhi ekonomi global.
Kara Murphy, Chief Investment Officer Kestra Investment Management, menyebut kondisi saat ini sebagai "speed bump" sementara dalam tren pasar. Ia menekankan bahwa minat pasar kini bergeser dari laporan keuangan perusahaan ke isu makroekonomi, terutama dampak gejolak energi terhadap inflasi. Tanpa rilis data ekonomi utama pada Rabu, investor menunggu rilis data inflasi akhir pekan ini untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Dokter spesialis anak menekankan pentingnya deteksi dini gejala iritasi pernapasan pada anak akibat paparan abu vulkanik, terutama pada yang memiliki riwayat asma atau alergi.
9 September 2026

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik sering memicu iritasi saluran napas, termasuk gatal dan batuk; berikut cara alami meredakannya secara efektif.
9 September 2026

Warga 17 Tahun Dapat Rekening Otomatis Disertai Dana Awal Rp50 Ribu
Pemerintah siapkan rekening bank otomatis bagi warga usia 17 tahun dengan saldo awal Rp50 ribu, terhubung ke NIK, sebagai langkah inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi.
9 September 2026

Singapura Naikkan Gaji Pejabat Meski Ekonomi Tidak Merata
Singapura mengumumkan kenaikan gaji hingga 9% untuk menteri dan anggota parlemen, meski pertumbuhan ekonomi tidak merata dan tekanan inflasi masih tinggi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

SPP-TDLN Mulai Berlaku 10 September 2026
Rabu, 9 September 2026, 11.35 WITA


