64,2 Persen Penduduk Indonesia Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan
Data terbaru menunjukkan hampir dua per tiga penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan, menggambarkan tantangan besar dalam pemerataan kesejahteraan nasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 17.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibukaKendari, ıNarasikita - Sebanyak 64,2 persen penduduk Indonesia diperkirakan hidup di bawah garis kemiskinan, menurut laporan terkini yang mengungkap ketimpangan ekonomi yang masih lebar di tengah pertumbuhan ekonomi nasional. Angka ini mencerminkan bahwa lebih dari separuh populasi belum mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan tempat tinggal secara layak. Kondisi ini menjadi perhatian kritis bagi pemerintah dan lembaga internasional dalam merancang kebijakan inklusif.
Ketimpangan ini tidak merata di seluruh wilayah, dengan daerah tertentu, terutama di wilayah timur Indonesia, menunjukkan tingkat kemiskinan yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah barat. Faktor geografis, akses terhadap infrastruktur, dan keterbatasan kesempatan kerja menjadi penyebab utama. Data menunjukkan bahwa daerah dengan keterpencilan tinggi cenderung memiliki proporsi penduduk miskin yang lebih besar, menekan upaya pemerataan kesejahteraan.
Upaya pemerintah melalui program bantuan sosial dan peningkatan akses pendidikan serta kesehatan dinilai belum cukup untuk menekan angka kemiskinan secara signifikan. Kebijakan yang berfokus pada penguatan ekonomi mikro dan peluang kerja lokal diperlukan untuk menciptakan perubahan berkelanjutan. Tanpa intervensi strategis, risiko ketimpangan yang memburuk tetap mengancam stabilitas sosial dan ekonomi nasional.
Tujuan utama dari data ini bukan sekadar menggambarkan kondisi, tetapi mendorong aksi nyata dari berbagai pemangku kepentingan. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih inklusif. Kunci peningkatan kesejahteraan terletak pada pemberdayaan ekonomi lokal dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengakses peluang ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026

7-10 Oktober 2026, Pameran Kesehatan Terbesar di Asia Tenggara Hadirkan Inovasi Berbasis AI
Hospital Expo 2026 di BSD City akan menampilkan lebih dari 600 peserta dengan teknologi kesehatan canggih berbasis kecerdasan buatan, termasuk alat bedah robotik dan deteksi risiko penyakit melalui analisis retina.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


