7 Kebiasaan Hemat Bahan Bakar yang Bisa Diterapkan Hari Ini
Mengoptimalkan konsumsi bahan bakar tak hanya soal pilihan bahan bakar, tapi juga pola berkendara dan perawatan kendaraan secara rutin.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Ketika harga bahan bakar mengalami kenaikan, efisiensi kendaraan menjadi pertimbangan utama bagi pengguna. Namun, menghemat bahan bakar tidak selalu membutuhkan pengurangan jarak tempuh. Perubahan kecil dalam kebiasaan berkendara dan perawatan rutin kendaraan justru bisa memberi dampak signifikan terhadap penggunaan bahan bakar. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana, pengemudi dapat menurunkan konsumsi hingga puluhan persen tanpa mengorbankan kenyamanan atau keamanan.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi efisiensi adalah gaya mengemudi. Menghindari akselerasi tiba-tiba dan pengereman mendadak dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 30 persen dalam kondisi jalan bebas hambatan dan hingga 40 persen di area padat lalu lintas. Pola berkendara yang stabil dan antisipatif, seperti memperlambat secara bertahap saat melihat lampu merah, mampu mengurangi kebutuhan energi berulang kali.
Tekanan ban yang sesuai rekomendasi pabrikan juga berperan penting. Ban yang kurang tekanan meningkatkan hambatan gulir, sehingga mesin bekerja lebih keras. Menjaga tekanan ban dapat meningkatkan efisiensi hingga 3 persen, tergantung kondisi. Pemeriksaan tekanan harus dilakukan secara berkala, bukan hanya melihat tulisan di dinding ban, melainkan merujuk pada petunjuk di pilar pintu atau buku manual kendaraan.
Pengemudi juga sebaiknya tidak membawa barang berlebihan atau aksesori eksternal seperti rak atap yang tidak diperlukan. Setiap tambahan beban sekitar 45 kilogram dapat mengurangi efisiensi bahan bakar hingga 1 persen, terutama pada kendaraan berukuran kecil. Selain itu, mematikan mesin saat berhenti lama—misalnya dalam kemacetan atau menunggu—juga berkontribusi menghemat bahan bakar, karena mesin yang idle tetap mengonsumsi bahan bakar, bahkan hingga setengah galon per jam tergantung ukuran mesin.
Perawatan rutin kendaraan, termasuk penggantian oli sesuai rekomendasi, pemeriksaan filter udara, dan busi, turut menunjang efisiensi mesin. Penggunaan oli dengan tingkat kekentalan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi hingga 1–2 persen. Terakhir, pemilihan bahan bakar harus sesuai spesifikasi pabrikan, bukan berdasarkan asumsi bahwa bahan bakar berkualitas tinggi otomatis lebih irit. Mengikuti rekomendasi dari buku manual atau produsen kendaraan merupakan kunci agar mesin bekerja optimal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


