Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

7 Kesalahan Penyimpanan Makanan di Kulkas yang Perlu Dihindari

Penyimpanan makanan di kulkas yang tidak tepat dapat mempercepat kerusakan dan memicu pemborosan; hindari kesalahan umum seperti tanpa penutup, wadah tidak sesuai, dan penumpukan berlebihan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
7 Kesalahan Penyimpanan Makanan di Kulkas yang Perlu Dihindari
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menyimpan makanan di kulkas sering dianggap cukup untuk menjaga kesegaran, tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa cara penyimpanan yang salah justru mempercepat penurunan kualitas makanan. Tanpa penutup, makanan rentan terpapar udara, bau dari bahan lain, dan risiko kontaminasi silang meningkat. Untuk menghindari hal ini, penting menggunakan wadah kedap udara atau membungkus makanan dengan plastik pembungkus atau aluminium foil agar tetap terlindungi.

Pemilihan wadah juga berpengaruh besar terhadap daya tahan makanan. Wadah kaca menjadi pilihan ideal karena tahan panas, mudah dibersihkan, dan tidak menyerap aroma. Hindari menutup makanan saat masih panas karena uap dan panas yang terperangkap dapat menciptakan kondisi lembap yang memicu pertumbuhan bakteri. Sebaiknya biarkan makanan dingin terlebih dahulu sebelum disegel dan dimasukkan ke dalam kulkas.

Tidak semua makanan perlu disimpan dalam suhu dingin. Bahan seperti tomat, kentang, bawang, jeruk, serta buah-buahan tertentu seperti alpukat dan buah berbiji sebaiknya disimpan di tempat kering dan bersuhu ruang. Penyimpanan di kulkas justru dapat merusak tekstur dan rasa, terutama jika buah belum matang sempurna. Menunggu hingga matang di suhu ruang sebelum dimasukkan ke kulkas adalah langkah yang lebih tepat.

Penggunaan freezer juga harus bijak. Makanan yang dibekukan terlalu lama bisa mengalami freezer burn, yang mengurangi kualitas rasa dan tekstur. Penting untuk mencatat tanggal pembekuan setiap makanan agar dapat digunakan sesuai urutan. Sistem FIFO—first in, first out—harus diterapkan dengan meletakkan makanan baru di belakang makanan lama, sehingga yang lebih dulu dimasukkan menjadi yang lebih dulu digunakan.

Kulkas yang terlalu penuh mengganggu sirkulasi udara dingin, sehingga suhu tidak merata dan makanan lebih cepat rusak. Selain itu, kepadatan isi kulkas membuat makanan sulit terlihat, berisiko terlupakan dan akhirnya dibuang. Kelompokkan makanan berdasarkan jenis dan waktu penyimpanan, serta sisakan ruang antaritem agar proses pendinginan optimal dan pengelolaan lebih efisien.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya