Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

7 Makanan Kaya Kalsium Tanpa Susu

Berbagai makanan alami selain susu dapat memenuhi kebutuhan kalsium harian secara efektif dan sehat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
7 Makanan Kaya Kalsium Tanpa Susu
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kalsium bukan hanya tersedia dalam susu, melainkan dapat diperoleh dari berbagai sumber pangan alami yang mudah ditemukan. Zat gizi mikro ini berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang, fungsi otot, transmisi sinyal saraf, serta kesehatan jantung. Dengan beragam pilihan makanan, masyarakat tidak perlu bergantung pada produk susu untuk mencukupi kebutuhan harian.

Yogurt merupakan salah satu alternatif terbaik, menyediakan sekitar 260 mg kalsium per cangkir—setara 30 persen kebutuhan harian. Selain kalsium, produk fermentasi ini juga mengandung probiotik yang mendukung kesehatan pencernaan. Almond, dengan 28 gram per porsi, menyumbang 8 persen kebutuhan kalsium harian sekaligus menyediakan protein, vitamin E, dan serat.

Sayuran berdaun hijau seperti sawi hijau, bayam, brokoli, dan kale juga menjadi pilihan unggul. Satu cangkir sawi hijau mengandung 268 mg kalsium, hampir setara dengan 27 persen kebutuhan harian. Ikan seperti sarden dengan tulang, salmon, dan udang menjadi sumber kalsium yang kaya, dengan sarden 3 ons (85 gram) menyediakan sekitar 325 mg kalsium.

Tahu, terutama yang dibuat dengan proses penambahan kalsium, dapat memberikan lebih dari 86 persen kebutuhan harian dalam setengah cangkir. Biji-bijian seperti wijen dan chia juga menjadi pilihan sehat, kaya kalsium, omega-3, serta protein nabati. Keju berbagai jenis, termasuk mozzarella, cheddar, dan parmesan, merupakan sumber kalsium padat, meskipun perlu dipantau takaran konsumsinya.

Dengan memperbanyak ragam makanan tersebut dalam menu harian, masyarakat dapat menjaga kesehatan tulang dan sistem saraf tanpa harus mengonsumsi susu. Pilihan ini juga relevan bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa atau memilih gaya hidup bebas susu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya