9 Langkah Praktis Atasi Bibir Kering di Musim Kemarau
Musim kemarau memperparah kekeringan bibir akibat paparan sinar matahari dan udara kering; perawatan rutin dan kebiasaan sehat bisa jadi solusi efektif.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.17 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kondisi udara kering dan paparan sinar matahari yang intens selama musim kemarau sering kali memicu bibir menjadi kering, pecah, bahkan mengelupas. Karena struktur kulit bibir lebih tipis dibanding area lain, kelembapannya lebih cepat hilang, membuatnya rentan terhadap iritasi. Faktor eksternal seperti cuaca panas, kebiasaan menjilat bibir, hingga kurangnya hidrasi tubuh turut memperparah kondisi ini.
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, penggunaan lip balm secara rutin menjadi langkah utama. Produk berbahan dasar petroleum jelly atau petrolatum sangat direkomendasikan karena mampu membentuk lapisan pelindung alami yang menahan kelembapan. Penerapan tidak harus menunggu bibir terasa kering; sebaiknya dilakukan sebelum aktivitas di luar ruangan dan sebelum tidur untuk hasil maksimal.
Perlindungan dari sinar UV juga tak boleh diabaikan. Pilih lip balm yang mengandung SPF minimal 30, terutama saat berada di bawah terik matahari. Penggunaan harus diulang setelah makan atau berkeringat agar perlindungan tetap efektif. Menghindari kebiasaan menjilat bibir sangat penting, karena air liur justru menguap lebih cepat dan memperparah dehidrasi permukaan kulit bibir.
Perhatikan juga asupan cairan harian. Minum air secara teratur membantu menjaga hidrasi tubuh secara menyeluruh, meski bibir kering tidak selalu menandakan dehidrasi. Hindari produk perawatan yang mengandung pewangi atau bahan iritan, terutama bagi kulit sensitif. Jika muncul rasa terbakar atau iritasi, hentikan pemakaian dan beralih ke produk yang lebih lembut.
Jangan mencabut kulit mati secara paksa. Biarkan kulit mengelupas secara alami agar tidak menimbulkan luka terbuka. Saat beraktivitas di luar ruangan, tambahkan perlindungan fisik seperti topi berkerudung atau mencari tempat teduh. Bernapas melalui hidung, bukan mulut, juga membantu mengurangi kekeringan bibir. Jika kondisi tidak membaik setelah perawatan rutin, atau muncul peradangan, luka terbuka, atau rasa nyeri hebat, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Singapura Bantah Kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke Kedubes
Kedubes Singapura di Jakarta membantah tudingan adanya kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke kediaman duta besar pada 18 Oktober 2026, sekaligus menegaskan informasi tersebut sebagai disinformasi.
25 Oktober 2026

Seruni dan Dekranas Dorong Pelestarian Tenun Gringsing di Bali
Kunjungan Seruni dan Dekranas ke Desa Tenganan Pegringsingan didukung dengan bantuan 500 kacamata bagi lansia penenun, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat adat.
25 Oktober 2026

Kerangka Manusia Ditemukan di Pantai Selayar, Diduga Nelayan Hilang
Warga Selayar menemukan kerangka manusia di pinggir Pantai Bonesialla, diduga korban nelayan yang hilang saat memancing sejak September.
25 Oktober 2026

Api Karhutla Gunung Sumbing Tuntas Padam, Dampak Seluas 974 Hektare
Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sumbing yang berlangsung beberapa hari berhasil dipadamkan, menimbulkan dampak luas seluas 974 hektare di tiga kabupaten.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.24 WITA

