Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

9 Langkah Praktis Atasi Bibir Kering di Musim Kemarau

Musim kemarau memperparah kekeringan bibir akibat paparan sinar matahari dan udara kering; perawatan rutin dan kebiasaan sehat bisa jadi solusi efektif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.17 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
9 Langkah Praktis Atasi Bibir Kering di Musim Kemarau📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kondisi udara kering dan paparan sinar matahari yang intens selama musim kemarau sering kali memicu bibir menjadi kering, pecah, bahkan mengelupas. Karena struktur kulit bibir lebih tipis dibanding area lain, kelembapannya lebih cepat hilang, membuatnya rentan terhadap iritasi. Faktor eksternal seperti cuaca panas, kebiasaan menjilat bibir, hingga kurangnya hidrasi tubuh turut memperparah kondisi ini.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, penggunaan lip balm secara rutin menjadi langkah utama. Produk berbahan dasar petroleum jelly atau petrolatum sangat direkomendasikan karena mampu membentuk lapisan pelindung alami yang menahan kelembapan. Penerapan tidak harus menunggu bibir terasa kering; sebaiknya dilakukan sebelum aktivitas di luar ruangan dan sebelum tidur untuk hasil maksimal.

Perlindungan dari sinar UV juga tak boleh diabaikan. Pilih lip balm yang mengandung SPF minimal 30, terutama saat berada di bawah terik matahari. Penggunaan harus diulang setelah makan atau berkeringat agar perlindungan tetap efektif. Menghindari kebiasaan menjilat bibir sangat penting, karena air liur justru menguap lebih cepat dan memperparah dehidrasi permukaan kulit bibir.

Perhatikan juga asupan cairan harian. Minum air secara teratur membantu menjaga hidrasi tubuh secara menyeluruh, meski bibir kering tidak selalu menandakan dehidrasi. Hindari produk perawatan yang mengandung pewangi atau bahan iritan, terutama bagi kulit sensitif. Jika muncul rasa terbakar atau iritasi, hentikan pemakaian dan beralih ke produk yang lebih lembut.

Jangan mencabut kulit mati secara paksa. Biarkan kulit mengelupas secara alami agar tidak menimbulkan luka terbuka. Saat beraktivitas di luar ruangan, tambahkan perlindungan fisik seperti topi berkerudung atau mencari tempat teduh. Bernapas melalui hidung, bukan mulut, juga membantu mengurangi kekeringan bibir. Jika kondisi tidak membaik setelah perawatan rutin, atau muncul peradangan, luka terbuka, atau rasa nyeri hebat, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya