Abu Anak Krakatau Capai Jabar, Warga Diminta Waspada
BPBD Jabar imbau masyarakat gunakan masker dan batasi aktivitas di luar ruangan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi terus-menerus Gunung Anak Krakatau mulai merambah wilayah Jawa Barat, memicu imbauan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi setempat. Kepala Pelaksana BPBD Jabar menekankan pentingnya penerapan langkah protektif seperti memakai masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko iritasi saluran pernapasan.
Kondisi ini muncul menyusul deteksi dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II yang mencatat penyebaran abu vulkanik dari Selat Sunda telah menjangkau sebagian wilayah Jabar, Banten, dan DKI Jakarta. Data citra satelit RGB Himawari-9 menjadi dasar analisis sebaran material tersebut, yang terjadi pasca-erupsi berulang pada gunung api yang berstatus Level III (Siaga).
BPBD Jabar menyarankan masyarakat menutup rapat jendela, pintu, dan ventilasi rumah untuk mencegah partikel abu masuk ke dalam lingkungan permukiman. Selain itu, proses pembersihan abu di atap maupun halaman rumah harus dilakukan perlahan tanpa mengibaskan material, guna menghindari kembali terbangnya partikel halus ke udara.
Dalam situasi ini, warga juga diminta membatasi perjalanan, terutama saat hujan abu terjadi, karena jarak pandang dapat terganggu dan membahayakan keselamatan berkendara. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, serta memantau perkembangan informasi terkini melalui kanal resmi BPBD, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan BMKG.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


