ADB Salurkan USD650 Juta untuk Modernisasi Fiskal Indonesia
Bank Pembangunan Asia menyetujui pinjaman USD650 juta untuk memperkuat tata kelola keuangan publik, digitalisasi, dan layanan publik di tingkat pusat dan daerah.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 15.26 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Bank Pembangunan Asia (ADB) telah menyetujui pendanaan senilai USD650 juta untuk mendukung transformasi sistem pengelolaan fiskal di Indonesia. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta mempercepat digitalisasi dalam tata kelola keuangan publik. Program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis untuk mendukung visi Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045 melalui pembangunan ekonomi yang merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan desa.
Fokus utama program mencakup penguatan arsitektur fiskal nasional, pengembangan platform digital terintegrasi untuk pelaporan data keuangan, serta penerapan sistem penilaian pajak properti yang lebih adil. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan. Selain itu, program juga menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan inklusivitas dalam perencanaan anggaran, termasuk perhatian khusus terhadap kebutuhan perempuan dan anak perempuan.
Subprogram pertama, yang dikenal sebagai Program Percepatan Desentralisasi demi Meningkatkan Tata Kelola Daerah (ADIL), akan memperbaiki kualitas koordinasi dalam pengelolaan dana publik di tingkat daerah. Program ini juga menyertakan integrasi manajemen risiko bencana dalam perencanaan fiskal, serta perlindungan hak-hak sipil sebagai fondasi tata kelola yang baik. Dengan demikian, pemerintah daerah diharapkan mampu mengelola anggaran secara lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebanyak 35–40% dari total pengeluaran publik Indonesia, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur lokal, dikelola di tingkat subnasional. Namun, tantangan seperti fragmentasi sistem pengelolaan keuangan, ketimpangan kapasitas fiskal, dan keterbatasan administratif masih menjadi hambatan utama. Pendanaan dari ADB diharapkan menjadi langkah krusial dalam mengatasi disparitas tersebut, serta memperkuat sistem perpajakan dan koordinasi kebijakan di seluruh wilayah.
Tujuan akhir dari program ini adalah menciptakan layanan publik yang lebih berkualitas, transparan, dan merata di seluruh Indonesia. Dengan dukungan digitalisasi dan penguatan kapasitas fiskal daerah, diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap layanan dasar, sekaligus memperkuat keberlanjutan keuangan publik jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Pembayaran cicilan pinjaman Kopdes Merah Putih senilai Rp37 triliun ditunda karena belum menerima tagihan resmi dari Himbara dan kelengkapan administrasi belum selesai.
21 September 2026

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Saham BYAN turun 5,06% ke level Rp13.125 meski tiga anak usahanya resmi mendapat revisi RKAB 2026 dari Kementerian ESDM dengan tambahan kuota produksi 15–20 juta ton.
21 September 2026

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Bursa Efek Indonesia resmi menurunkan batas harga terendah saham dari Rp50 menjadi Rp1, berlaku mulai 28 September 2026, untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar.
21 September 2026

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) resmi menunjuk Romy Bareno, putra jurnalis Karni Ilyas, sebagai komisaris independen sejak 16 September 2026.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

Dokumenter 'Skenario Sang Jenderal' Ungkap Rekayasa Pembunuhan Brigadir J
Senin, 21 September 2026, 23.12 WITA

Prancis vs Spanyol: Duel Taktik dan Kualitas di Semifinal Dunia 2026
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia Usai Tundukkan Inggris
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Tuchel Pertahankan Keputusan Pemain Meski Inggris Gagal ke Final
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

