Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ADB Salurkan USD650 Juta untuk Modernisasi Fiskal Indonesia

Bank Pembangunan Asia menyetujui pinjaman USD650 juta untuk memperkuat tata kelola keuangan publik, digitalisasi, dan layanan publik di tingkat pusat dan daerah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 15.26 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
ADB Salurkan USD650 Juta untuk Modernisasi Fiskal Indonesia📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Bank Pembangunan Asia (ADB) telah menyetujui pendanaan senilai USD650 juta untuk mendukung transformasi sistem pengelolaan fiskal di Indonesia. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta mempercepat digitalisasi dalam tata kelola keuangan publik. Program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis untuk mendukung visi Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045 melalui pembangunan ekonomi yang merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan desa.

Fokus utama program mencakup penguatan arsitektur fiskal nasional, pengembangan platform digital terintegrasi untuk pelaporan data keuangan, serta penerapan sistem penilaian pajak properti yang lebih adil. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan. Selain itu, program juga menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan inklusivitas dalam perencanaan anggaran, termasuk perhatian khusus terhadap kebutuhan perempuan dan anak perempuan.

Subprogram pertama, yang dikenal sebagai Program Percepatan Desentralisasi demi Meningkatkan Tata Kelola Daerah (ADIL), akan memperbaiki kualitas koordinasi dalam pengelolaan dana publik di tingkat daerah. Program ini juga menyertakan integrasi manajemen risiko bencana dalam perencanaan fiskal, serta perlindungan hak-hak sipil sebagai fondasi tata kelola yang baik. Dengan demikian, pemerintah daerah diharapkan mampu mengelola anggaran secara lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebanyak 35–40% dari total pengeluaran publik Indonesia, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur lokal, dikelola di tingkat subnasional. Namun, tantangan seperti fragmentasi sistem pengelolaan keuangan, ketimpangan kapasitas fiskal, dan keterbatasan administratif masih menjadi hambatan utama. Pendanaan dari ADB diharapkan menjadi langkah krusial dalam mengatasi disparitas tersebut, serta memperkuat sistem perpajakan dan koordinasi kebijakan di seluruh wilayah.

Tujuan akhir dari program ini adalah menciptakan layanan publik yang lebih berkualitas, transparan, dan merata di seluruh Indonesia. Dengan dukungan digitalisasi dan penguatan kapasitas fiskal daerah, diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap layanan dasar, sekaligus memperkuat keberlanjutan keuangan publik jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya