Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jateng Siapkan Sumber Daya Manusia Pengemudi untuk Pasar Jepang

Pemprov Jateng berkolaborasi dengan perusahaan Jepang untuk menyiapkan tenaga kerja pengemudi berstandar internasional, meningkatkan jumlah pekerja migran ke Jepang dari 3.760 menjadi 5.712 dalam dua tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.24 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Jateng Siapkan Sumber Daya Manusia Pengemudi untuk Pasar Jepang📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat kerja sama strategis dengan perusahaan transportasi Jepang untuk menyiapkan tenaga kerja profesional di bidang pengemudi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja di negara yang mengalami kekurangan sumber daya manusia akibat dinamika demografi. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan bahwa sinergi dengan pihak industri Jepang harus melibatkan sektor pendidikan vokasi dan tenaga kerja secara menyeluruh.

Kolaborasi ini mencakup penyelarasan kurikulum pendidikan kejuruan dengan standar industri Jepang, termasuk penguatan kemampuan bahasa Jepang sesuai tingkat kebutuhan operasional. Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja akan berkoordinasi langsung dengan pihak perusahaan untuk menyusun program pembelajaran yang relevan. Selain bahasa, pelatihan fokus pada aspek teknis seperti pengoperasian kendaraan, keselamatan berkendara, eco-driving, pemahaman peraturan lalu lintas, serta etika pelayanan kepada penumpang.

Tren penempatan tenaga kerja Jateng ke Jepang mengalami kenaikan signifikan, dari 3.760 orang pada 2024 menjadi 5.712 orang pada 2025, atau naik sekitar 52 persen. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat dan kesiapan calon pekerja untuk berkarier di luar negeri dengan standar tinggi. Perusahaan mitra, 3EEE Inc Japan, menilai keterlibatan pemerintah sangat penting untuk menjamin proses penyiapan dan penempatan yang terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.

Hideo Mori, perwakilan perusahaan dari Jepang, menekankan urgensi penyelesaian mekanisme penempatan karena Jepang menghadapi tekanan akibat jumlah tenaga kerja yang menurun seiring dengan penurunan populasi dan dominasi kelompok usia lanjut. Ia menyebut perlu adanya sinergi cepat antara pemerintah dan dunia usaha untuk menyediakan solusi jangka panjang.

CEO 3EEE Inc Japan, Norio Tanaka, menyoroti potensi besar dari pengalaman kerja di Jepang sebagai sarana transfer ilmu dan teknologi bagi Indonesia. Ia menilai pekerja yang kembali ke tanah air setelah bekerja di Jepang dapat menjadi agen perubahan, membawa pengetahuan dan praktik terbaik yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sektor transportasi dan kualitas SDM nasional di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya