Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Afgan Bawa Pengalaman Nyata ke Peran Drama Komedi

Penyanyi Afgan menggali pengalaman pribadinya selama 18 tahun di industri hiburan untuk memperkaya perannya sebagai Kafka dalam film "Agensi Rumah Tangga" yang tayang mulai 10 September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 00.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Afgan Bawa Pengalaman Nyata ke Peran Drama Komedi
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Afgan, yang berperan sebagai Kafka dalam film drama komedi "Agensi Rumah Tangga", menyisipkan cerita pribadinya sebagai penyanyi yang telah berkecimpung di dunia hiburan selama kurang lebih 18 tahun. Ia memilih mengungkapkan kelelahan menjadi sorotan publik dalam sebuah adegan spontan yang tidak tercantum dalam naskah awal. Adegan tersebut muncul saat syuting berlangsung, ketika ia merasa terhubung secara emosional dengan karakter yang dibawakannya.

Dalam sesi pemutaran perdana terbatas di Jakarta Selatan, Afgan menjelaskan bahwa momen curhat Kafka soal kejenuhan akibat terus-menerus berada di bawah sorotan kamera adalah refleksi dari realitas dirinya. Ia menyampaikan bahwa meski terus berada di depan publik, ia tetap menjaga rasa syukur karena masih bisa mengejar passion yang ia cintai. Keputusan untuk menambahkan dialog itu muncul secara tiba-tiba di lokasi syuting, tanpa persiapan sebelumnya.

Sutradara Naya Anindita mengungkapkan bahwa ide tersebut muncul dari keaslian Afgan sebagai seniman yang mampu membawa kehidupan nyata ke dalam peran. Ia menekankan bahwa Afgan tidak hanya memerankan tokoh, tetapi juga membawa kisah pribadinya secara alami. Naya menyebut bahwa keterbukaan Afgan terhadap pengalaman hidupnya menjadi nilai tambah dalam pembentukan karakter Kafka yang kompleks dan manusiawi.

Kedekatan Naya dengan para pemain, termasuk Afgan, Enzy Storia, dan Sheila Dara Aisha, turut memperkaya proses kreatif. Ia menilai bahwa memahami latar belakang para pemain memungkinkan ia mengarahkan adegan dengan lebih dalam dan autentik. Dengan demikian, film ini tidak hanya menyajikan humor ringan, tetapi juga menyentuh isu-isu emosional yang relevan bagi para seniman dan publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya