AI dan Digitalisasi, Ancaman Kepada Karya Jurnalistik
Menteri Hukum menekankan perlunya perlindungan hak cipta yang kuat bagi jurnalis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat menuntut adanya kerangka hukum yang jelas dalam melindungi karya jurnalistik. Menteri Hukum menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengikis nilai kemanusiaan dan kontribusi nyata dari para jurnalis, yang tetap menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi akurat dan berbobot. Ia menyampaikan hal ini dalam forum regional yang berlangsung di Badung, Bali, pada Sabtu (10/10/2026).
Dalam forum tersebut, ia menyoroti tantangan baru dalam era digital, di mana karya jurnalistik dapat dengan mudah diproduksi, disebarkan, dan digunakan secara komersial tanpa izin atau penghargaan yang layak. Hal ini berpotensi merusak ekosistem media yang sehat dan mengancam keberlanjutan profesi jurnalis. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya kepastian hukum yang memastikan bahwa setiap karya memiliki pelindungan hak cipta dan memberikan manfaat ekonomi yang adil bagi penciptanya.
Menkum menegaskan bahwa teknologi harus berkembang secara bertanggung jawab, tanpa mengorbankan hak dan martabat pencipta. “Kita harus menjaga agar nilai manusia tetap terlihat, meski dunia semakin otomatis,” tegasnya. Ia menilai bahwa tanpa perlindungan hukum yang memadai, jurnalisme profesional akan semakin terancam eksistensinya, terutama dalam konteks penggunaan AI yang mampu meniru gaya tulisan tanpa kontribusi nyata dari manusia.
Upaya hukum yang sedang digarap, termasuk pengaturan royalti dalam RUU, merupakan langkah strategis untuk menjamin pengakuan dan imbalan atas karya jurnalistik. Forum ini menjadi wadah strategis bagi negara-negara ASEAN untuk menyelaraskan pendekatan dalam perlindungan karya kreatif di era digital, dengan fokus pada keseimbangan antara inovasi teknologi dan pelestarian hak kekayaan intelektual.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Telkom Perkuat Ekosistem AI Nasional Lewat Integrasi Infrastruktur dan Kolaborasi
Telkom mempercepat adopsi kecerdasan buatan dengan mengintegrasikan infrastruktur digital, data, talenta, dan kolaborasi lintas sektor dalam strategi terpadu.
9 Oktober 2026

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Hadir di Indonesia
Apple meluncurkan iPhone 18 Pro dan Pro Max secara resmi di Indonesia dengan harga mulai dari Rp27,5 juta hingga Rp58,9 juta, didukung teknologi kamera variabel dan chip A20 Pro generasi terbaru.
9 Oktober 2026

Tiga Peneliti Keselamatan OpenAI Dipecat Usai Soroti Kekhawatiran AI
Tiga peneliti keselamatan AI di OpenAI diberhentikan secara mendadak, diduga karena menyuarakan kekhawatiran terkait kontrol terhadap agen kecerdasan buatan yang semakin sulit dipantau.
9 Oktober 2026

Google Batasi Akses AI Gemini untuk Pengguna Gratis
Google memperbarui kebijakan akses ke model AI Gemini, membatasi pengguna gratis hanya bisa gunakan versi Flash-Lite mulai 9 Oktober.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Asing Beli Besar, IHSG Terpuruk 1,88%
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA

Asing Lepas Saham-Saham Unggulan, IHSG Terkoreksi 1,88%
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA

PBSA Gelar Stock Split, Nilai Saham Turun Jadi Rp25
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA

BEI Perkuat Standar Keuangan IPO Mulai 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA

IHSG Sesi I Naik 0,35% ke Level 6.052
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

BIKE Perkuat Lini Bisnis Energi Lewat Akuisisi Tambang Batu Bara
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Asing Jual Bersih Rp32 Miliar, Tapi 10 Saham Ini Justru Dibeli Melimpah
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Hindari Kehilangan Dana, Ini 11 Langkah Perlindungan M-Banking
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

