Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AI Harus Berdampak Nyata bagi Kesejahteraan Rakyat

Menteri Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan buatan harus berfokus pada manfaat konkret bagi masyarakat, bukan sekadar kemajuan teknologi semata.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 19.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
AI Harus Berdampak Nyata bagi Kesejahteraan Rakyat
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pengembangan kecerdasan artifisial di Indonesia harus menjadikan kemanfaatan bagi rakyat sebagai tujuan utama, bukan sekadar kecanggihan sistem. Menteri Komunikasi dan Digital menekankan bahwa AI tidak boleh berhenti pada aspek teknis, melainkan harus menjadi solusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pelayanan publik hingga peningkatan kualitas hidup. Dalam kesempatan di Bali, ia menyampaikan bahwa visi Indonesia adalah menciptakan AI yang bermakna, atau *Meaningful AI*, yang berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.

AI, menurutnya, kini sudah melampaui tahap eksperimen dan mulai terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi ini dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, pelayanan kesehatan, pengambilan keputusan pemerintahan, hingga efisiensi kerja. Namun, kemajuan ini harus diimbangi dengan kesiapan manusia dan institusi dalam mengarahkan AI sesuai nilai-nilai kemanusiaan. Pertanyaan kunci bukan lagi seberapa canggih mesin, melainkan sejauh mana manusia siap memandu AI untuk tujuan yang bermakna.

Dalam kerangka *Meaningful AI*, lima pilar utama ditegaskan: peningkatan produktivitas, pelayanan publik, inklusi sosial, daya saing nasional, serta ketahanan terhadap ancaman siber dan bencana. Implementasi di sektor pertanian telah menunjukkan hasil signifikan, dengan pengurangan penggunaan pupuk hingga lebih dari 40 persen melalui penerapan IoT. Di sektor perikanan, digitalisasi mampu meningkatkan produksi lebih dari 40 persen. Selain itu, 150 pelaku UMKM dari Wonogiri dan Banyuwangi telah dibekali kemampuan dalam pemanfaatan AI untuk branding, pemasaran digital, dan perencanaan bisnis.

Untuk memastikan pengembangan AI berjalan secara bertanggung jawab, pemerintah telah menyiapkan Peta Jalan AI Nasional 2026–2029 dan kerangka etika berbasis risiko. Nilai-nilai seperti transparansi, akuntabilitas, perlindungan data pribadi, keberlanjutan lingkungan, serta kekayaan intelektual menjadi fondasi utama dalam pengelolaan teknologi. Menteri menegaskan bahwa masa depan AI ditentukan bukan hanya oleh algoritma atau investasi, tetapi oleh pilihan nilai, tanggung jawab kolektif, dan komitmen terhadap kemanusiaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya