RATU Resmi Setujui Penerbitan Saham Baru Rp271,5 Miliar
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa RATU menyetujui penerbitan saham baru melalui PMTHMETD senilai 271,5 juta saham untuk pendanaan operasional dan ekspansi usaha.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) telah menyetujui rencana Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak maksimal 271.505.380 saham. Keputusan ini diambil dalam pertemuan yang digelar pada Selasa, 8 September 2026, dan menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.
Penerbitan saham baru tersebut mencakup 10% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh, dengan potensi dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama maksimal sebesar 9,09%. Dana hasil penerbitan ini akan dialokasikan untuk modal kerja serta pengembangan aktivitas usaha, baik di level perusahaan maupun grup.
Manajemen RATU menegaskan bahwa keputusan ini tidak mengubah pengendalian perusahaan, sekaligus menekankan manfaat jangka panjang bagi para pemegang saham. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa perubahan anggaran dasar, khususnya Pasal 4 Ayat (2), telah disetujui sebagai akibat dari peningkatan modal ditempatkan dan disetor.
Jika seluruh penerbitan saham dilaksanakan, jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh RATU akan naik dari 2.715.053.800 menjadi maksimal 2.986.559.180 saham. Sumantri, Direktur Utama RATU, menyampaikan bahwa persetujuan dari pemegang saham independen merupakan bentuk dukungan kuat terhadap rencana ekspansi dan kemandirian pendanaan jangka panjang perusahaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


