AI Picu Lonjakan Biaya Kesehatan Melalui Klasifikasi Diagnosis
Penggunaan kecerdasan buatan dalam klaim asuransi kesehatan menyebabkan kenaikan biaya hampir US$1 juta dalam dua tahun, karena sistem mengalihkan pasien ke kategori keparahan lebih tinggi tanpa perawatan tambahan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sistem kecerdasan buatan yang diterapkan dalam proses klaim asuransi kesehatan di Amerika Serikat diketahui memperparah lonjakan biaya perawatan, berdasarkan temuan dari organisasi asuransi terkemuka. Analisis menunjukkan bahwa peningkatan pengeluaran mencapai hampir US$1 juta—setara Rp17,9 miliar—dalam kurun waktu dua tahun, didorong oleh klasifikasi pasien berdasarkan diagnosis sekunder yang dihasilkan oleh algoritma AI. Kategori keparahan yang lebih tinggi berdampak langsung pada besaran penggantian biaya yang harus dibayar oleh perusahaan asuransi kepada rumah sakit.
Berdasarkan data dari Blue Cross Blue Shield Association (BCBSA), sekitar 70 persen atau senilai US$650 juta dari kenaikan penggantian biaya antara 2023 hingga 2025 berasal dari diagnosis sekunder yang mengubah klasifikasi pasien ke tingkat reimburse yang lebih tinggi. Padahal, dalam banyak kasus, tidak terjadi peningkatan perawatan atau intervensi medis yang sesuai, seperti transfusi darah meskipun diagnosis anemia meningkat. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara klasifikasi berdasarkan AI dan realitas klinis pasien.
Senior vice president bidang produk dan data sains BCBSA, Luke Chalker, menegaskan bahwa sistem AI justru mengidentifikasi lebih banyak kondisi yang dapat ditagih, bukan pasien yang benar-benar lebih sakit. "Kesenjangan antara diagnosis dan perawatan yang diberikan mengindikasikan bahwa teknologi ini berfungsi untuk memaksimalkan tagihan, bukan menilai kebutuhan medis nyata," ujarnya dalam pernyataan resmi. Peningkatan diagnosis sekunder dilakukan oleh 60 persen rumah sakit yang memanfaatkan AI dalam pemindaian laboratorium maupun rekam medis elektronik.
Dampak dari fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan asuransi, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Kenaikan biaya perawatan kesehatan berpotensi memicu kenaikan premi asuransi, beban bagi pemberi kerja, atau beban pajak publik. David Merritt, senior vice president eksternal BCBSA, menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap peran AI dalam sistem kesehatan, agar tidak memperparah krisis akses dan keterjangkauan layanan.
Chalker menyebut situasi ini bukan bentuk konflik antar pihak, melainkan "pertumpahan darah sepihak" di mana perusahaan asuransi menjadi pihak yang kalah akibat sistem yang tidak transparan. Meski beberapa pakar seperti Shiv Rao dari perusahaan AI Abridge mengakui risiko potensial seperti "bot melawan bot", mereka juga menyatakan bahwa teknologi ini bisa digunakan untuk memperbaiki efisiensi, selama dikelola secara bertanggung jawab dan akuntabel.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Dorong Audit Forensik Keuangan Haji untuk Transparansi
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan audit forensik terhadap pengelolaan keuangan haji guna memastikan transparansi dan menangani potensi praktik kecurangan.
28 September 2026

BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Dana Rp20 Triliun Mulai Oktober
Pemerintah menyiapkan suntikan dana Rp20 triliun untuk memperkuat keuangan BPJS Kesehatan, yang akan cair pada Oktober dan November mendatang.
28 September 2026

Prabowo Setujui Suntikan Rp20 T untuk Perbaiki BPJS Kesehatan
Pemerintah menyetujui suntikan dana Rp20 triliun untuk menutupi defisit BPJS Kesehatan, dengan tujuan perbaikan layanan dan peningkatan kualitas pelayanan bagi peserta.
28 September 2026

Tawaran Rp443 T Ditolak, Akuisisi Emas Global Gagal
Northern Star menolak tawaran akuisisi senilai Rp443 triliun dari Gold Fields karena dianggap belum mencerminkan nilai aset perusahaan.
28 September 2026
Berita Lainnya

LBH Medan Temukan Kelalaian Proses Hukum dalam Kasus Kematian Winda Lorenza
Senin, 28 September 2026, 21.26 WITA

Antrean Haji RI Dipangkas Jadi 14 Tahun Berkat Validasi Data
Senin, 28 September 2026, 21.26 WITA

Komisi XIII Dorong Reformasi Transparan di Lapas Cibinong
Senin, 28 September 2026, 21.26 WITA

Korupsi Ancam Hak Dasar Rakyat Miskin
Senin, 28 September 2026, 21.25 WITA

Pendidikan Gratis Jadi Fondasi Inklusivitas Nasional
Senin, 28 September 2026, 21.25 WITA

Indonesia Perluas Pasar Pangan di Eropa Tenggah Lewat Polagra Fair 2026
Senin, 28 September 2026, 21.25 WITA

TXT Siap Rilis EP "Perfect Storm" November Mendatang
Senin, 28 September 2026, 21.25 WITA

KPK Temukan Rekening Rahasia di Kanwil BPN Jatim
Senin, 28 September 2026, 21.24 WITA

