Prabowo Setujui Suntikan Rp20 T untuk Perbaiki BPJS Kesehatan
Pemerintah menyetujui suntikan dana Rp20 triliun untuk menutupi defisit BPJS Kesehatan, dengan tujuan perbaikan layanan dan peningkatan kualitas pelayanan bagi peserta.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui alokasi dana sebesar Rp20 triliun untuk menopang keuangan BPJS Kesehatan, menyusul terus melebarnya defisit arus kas akibat pembayaran klaim yang melebihi penerimaan iuran. Dana tersebut akan mulai cair pada bulan depan dan ditargetkan untuk menstabilkan sistem pembayaran kepada fasilitas kesehatan, sekaligus memperkuat keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada harapan Presiden agar layanan BPJS tidak hanya tersedia, tetapi juga lebih cepat dan merata. Ia menekankan pentingnya menghilangkan antrean panjang serta memastikan pasien yang menggunakan BPJS mendapatkan pelayanan setara dengan pasien non-BPJS di rumah sakit.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn.) Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pendapatan iuran mencapai Rp118 triliun, sementara pembayaran manfaat telah mencapai Rp132 triliun, menunjukkan adanya kesenjangan arus kas sebesar Rp14 triliun. Ia menyebut defisit ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk 52 juta peserta yang belum aktif membayar iuran, yang jika dibayar sesuai tarif kelas tiga, bisa menghasilkan tambahan Rp2 triliun per bulan.
Selain itu, prosedur penyesuaian iuran yang telah diajukan selama enam tahun belum terealisasi, serta tekanan inflasi terhadap biaya perawatan, pertumbuhan penduduk, perubahan pola penyakit, dan meningkatnya penggunaan layanan turut menjadi pemicu krisis keuangan. Prihati juga menyebut adanya praktik penipuan dan perilaku pemberi layanan yang berbasis volume, yang mengarah pada pelayanan yang tidak efisien.
Untuk mengatasi hal ini, BPJS Kesehatan akan beralih dari sistem berbasis volume ke sistem berbasis nilai (value-based), dengan fokus pada kualitas dan kebutuhan pasien, bukan jumlah pelayanan. Langkah ini akan didukung dengan perbaikan sistem remunerasi agar tenaga kesehatan tidak hanya diukur dari jumlah pasien, tetapi dari hasil pelayanan yang sesuai standar. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang berkelanjutan, transparan, dan memberikan manfaat sebenarnya bagi masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Dorong Audit Forensik Keuangan Haji untuk Transparansi
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan audit forensik terhadap pengelolaan keuangan haji guna memastikan transparansi dan menangani potensi praktik kecurangan.
28 September 2026

AI Picu Lonjakan Biaya Kesehatan Melalui Klasifikasi Diagnosis
Penggunaan kecerdasan buatan dalam klaim asuransi kesehatan menyebabkan kenaikan biaya hampir US$1 juta dalam dua tahun, karena sistem mengalihkan pasien ke kategori keparahan lebih tinggi tanpa perawatan tambahan.
28 September 2026

BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Dana Rp20 Triliun Mulai Oktober
Pemerintah menyiapkan suntikan dana Rp20 triliun untuk memperkuat keuangan BPJS Kesehatan, yang akan cair pada Oktober dan November mendatang.
28 September 2026

Tawaran Rp443 T Ditolak, Akuisisi Emas Global Gagal
Northern Star menolak tawaran akuisisi senilai Rp443 triliun dari Gold Fields karena dianggap belum mencerminkan nilai aset perusahaan.
28 September 2026
Berita Lainnya

LBH Medan Temukan Kelalaian Proses Hukum dalam Kasus Kematian Winda Lorenza
Senin, 28 September 2026, 21.26 WITA

Antrean Haji RI Dipangkas Jadi 14 Tahun Berkat Validasi Data
Senin, 28 September 2026, 21.26 WITA

Komisi XIII Dorong Reformasi Transparan di Lapas Cibinong
Senin, 28 September 2026, 21.26 WITA

Korupsi Ancam Hak Dasar Rakyat Miskin
Senin, 28 September 2026, 21.25 WITA

Pendidikan Gratis Jadi Fondasi Inklusivitas Nasional
Senin, 28 September 2026, 21.25 WITA

Indonesia Perluas Pasar Pangan di Eropa Tenggah Lewat Polagra Fair 2026
Senin, 28 September 2026, 21.25 WITA

TXT Siap Rilis EP "Perfect Storm" November Mendatang
Senin, 28 September 2026, 21.25 WITA

KPK Temukan Rekening Rahasia di Kanwil BPN Jatim
Senin, 28 September 2026, 21.24 WITA

