Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Airlangga: Ancaman Downgrade MSCI Soal Tata Kelola Saham, Bukan Fundamental Ekonomi

Menteri Koordinator Perekonomian menegaskan bahwa isu penurunan peringkat pasar saham Indonesia oleh MSCI disebabkan tata kelola perdagangan dan free float, bukan kondisi ekonomi atau kinerja emiten.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.50 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
Airlangga: Ancaman Downgrade MSCI Soal Tata Kelola Saham, Bukan Fundamental Ekonomi📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa evaluasi yang dilakukan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia bersifat teknis dan berkaitan dengan tata kelola perdagangan saham, khususnya terkait porsi saham yang beredar di publik atau free float. Ia menekankan bahwa dinamika tersebut tidak mencerminkan kelemahan fundamental ekonomi nasional maupun kinerja perusahaan tercatat di bursa.

Menurut Airlangga, pihak MSCI telah menerima peta jalan reformasi pasar modal yang disusun oleh otoritas keuangan Indonesia. Kini, fokus utama adalah pelaksanaan konsisten dari berbagai langkah strategis yang telah disepakati, termasuk mencapai ambang batas minimum free float sebesar 15 persen dan penanganan saham-saham yang masuk dalam daftar pemantauan. “Program reformasi sudah disetujui, yang kini perlu ditegaskan adalah implementasinya secara berkelanjutan,” ujarnya dalam pernyataan di kantornya, Jumat (23/10/2026).

Ia menyoroti bahwa kinerja emiten di pasar modal dalam kondisi solid, terbukti dari laba bersih yang terus tumbuh dan konsistensi pembagian dividen. Hal ini menunjukkan kesehatan struktural perusahaan, yang tidak terganggu oleh dinamika peringkat internasional. Airlangga mengimbau masyarakat dan investor untuk memahami isu MSCI secara objektif, bukan sebagai indikator krisis ekonomi, melainkan sebagai bagian dari proses perbaikan tata kelola pasar.

Dengan demikian, pemerintah tetap optimistis bahwa Indonesia mampu memenuhi syarat yang ditetapkan MSCI melalui pendekatan sistematis dan transparan. Upaya ini tidak hanya bertujuan menjaga posisi pasar, tetapi juga memperkuat kepercayaan global terhadap stabilitas dan kualitas pasar modal nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya