Akses Keuangan untuk Daerah Terpencil di Papua Barat Harus Diperluas
Anggota DPD RI menekankan pentingnya perluasan layanan keuangan di Papua Barat agar petani, nelayan, dan UMKM bisa mendapatkan modal usaha secara adil dan aman.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.22 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 20x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Ketersediaan layanan jasa keuangan yang merata menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah terpencil Papua Barat. Anggota Komite IV DPD RI menyoroti keterbatasan akses modal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, terutama di daerah terisolasi yang sulit dijangkau infrastruktur. Ia menekankan bahwa pendekatan kebijakan harus memperhatikan kondisi geografis dan karakteristik lokal agar layanan keuangan benar-benar dapat dimanfaatkan secara efektif.
Kekurangan modal menjadi penghambat utama dalam pengembangan sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan pengelolaan hasil hutan. Meski potensi ekonomi daerah sangat besar, realisasi optimal belum tercapai karena masyarakat tidak memiliki akses terhadap dana produktif. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, serta institusi keuangan untuk menyediakan produk pembiayaan yang sesuai dengan skala usaha dan kapasitas pengembalian masyarakat.
Upaya perluasan inklusi keuangan juga harus disertai dengan edukasi yang masif. Dengan tingkat literasi keuangan yang masih rendah—hanya 41,60 persen—masyarakat rentan terjebak dalam praktik pinjaman online ilegal atau investasi bodong. Peningkatan pemahaman terhadap produk keuangan legal, risiko kredit, dan manfaat investasi jangka panjang menjadi prioritas untuk melindungi konsumen dan mencegah kerugian finansial.
Kesenjangan antara tingkat inklusi (86,75 persen) dan literasi keuangan menunjukkan adanya ketidakselarasan yang perlu segera ditangani. Perlu sinergi kuat antara regulator, perbankan, lembaga pembiayaan, dan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan program sosialisasi yang berkelanjutan dan terukur. Edukasi harus menyasar langsung masyarakat di tingkat desa dan kampung agar mampu membuat keputusan keuangan yang bijak dan berkelanjutan.
Peningkatan literasi dan inklusi keuangan bukan sekadar target teknis, tetapi bagian dari upaya pemerataan kesejahteraan ekonomi. Dengan akses yang adil dan edukasi yang memadai, pelaku usaha lokal di Papua Barat dapat tumbuh secara mandiri dan berkontribusi pada perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

