Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Aliran Modal Asing Capai Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jadi Penopang Kepercayaan Global

Pertumbuhan ekonomi 5,45%, inflasi terkendali, dan cadangan devisa kuat mendorong aliran modal asing mencapai Rp140,6 triliun hingga Agustus 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Aliran Modal Asing Capai Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jadi Penopang Kepercayaan Global
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kinerja ekonomi Indonesia yang tetap kokoh di tengah tekanan global berhasil menjaga kepercayaan investor internasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa stabilitas perekonomian domestik menjadi faktor utama yang mendorong aliran modal asing terus mengalir ke tanah air. Peringkat kredit Indonesia yang dipertahankan pada level BBB/stable oleh S&P Global Ratings serta AAA/stable dari Lianhe Ratings menjadi bukti nyata atas kredibilitas fiskal dan struktural negara.

Pertumbuhan ekonomi hingga semester pertama 2026 mencapai 5,45%, didukung oleh inflasi yang terkendali pada 3,19% year-on-year hingga bulan Agustus. Neraca perdagangan juga mencatat surplus sebesar US$3,7 miliar pada periode Januari-Juli, sementara cadangan devisa tercatat sebesar US$145,3 miliar. Rupiah pun menguat signifikan dari level Rp18.171 per dolar AS di Juni 2026 ke posisi Rp17.720 per dolar AS, menunjukkan kekuatan fundamental pasar valuta asing.

Aliran modal asing yang terus mengalir menjadi indikator kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia. Hingga akhir Agustus 2026, total aliran modal masuk mencapai Rp140,6 triliun, menunjukkan kecenderungan positif dalam investasi jangka pendek dan panjang. Imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun yang berada di kisaran 7%—meski sempat menyentuh puncak 7,39% pada 11 Juni—juga mencerminkan keseimbangan antara daya tarik dan risiko pasar keuangan dalam negeri.

Sentimen positif di pasar modal terus terjaga, ditandai oleh apresiasi nilai tukar rupiah, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta kinerja SBN yang tetap stabil. Purbaya menegaskan bahwa konsistensi kebijakan makroekonomi dan pengelolaan fiskal yang sehat menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan internasional. Keberlanjutan aliran modal tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya