Alisson Marah, Hancurkan Papan Pergantian Pemain Usai Imbang Lawan Forest
Kiper Liverpool Alisson Becker marah besar setelah insiden teknis papan pergantian pemain mengganggu strategi tim saat laga imbang 2-2 melawan Nottingham Forest di Anfield.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.16 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kekalahan emosional Alisson Becker terjadi usai pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Nottingham Forest berakhir imbang 2-2 di Anfield, Sabtu (29/8). Ia terlihat menendang papan elektronik pengganti pemain hingga rusak saat meninggalkan lapangan, menunjukkan kekecewaan mendalam atas kegagalan tim dalam menjalankan rotasi pemain yang sudah direncanakan. Insiden tersebut terjadi setelah proses pergantian tiga pemain terhambat akibat kerusakan pada perangkat digital yang digunakan wasit keempat.
Pada menit ke-67, Liverpool sudah menyerahkan data pemain pengganti kepada wasit dua hingga tiga menit sebelumnya, namun papan digital yang seharusnya menampilkan informasi itu tidak berfungsi. Ketidakmampuan melakukan pergantian tepat waktu menjadi krusial ketika Alisson menjatuhkan bek Nottingham Forest, Neco Williams, di kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih, dan Forest berhasil memanfaatkannya untuk unggul 2-1.
Kegagalan sistem teknis ini memicu reaksi tajam dari pelatih Liverpool, Andoni Iraola, yang menegaskan bahwa timnya sudah menyiapkan pergantian sebelum insiden terjadi. Ia menyebut bahwa perangkat pergantian pemain yang bermasalah harus dievaluasi lebih lanjut. Dukungan juga datang dari mantan wasit Liga Primer Inggris, Graham Scott, yang menyatakan bahwa penggunaan perangkat digital tersebut rentan menimbulkan masalah dan mungkin perlu digantikan dengan sistem alternatif, seperti pengumuman lewat papan iklan di sisi lapangan atau pengelolaan oleh klub sendiri.
Meski akhirnya Liverpool mampu menyamakan skor melalui gol Victor Munoz, hasil imbang tetap menimbulkan frustrasi dalam tim. Alisson, yang terlihat kesal dan kehilangan kendali emosi, menjadi simbol ketidakpuasan atas kejadian yang menurut banyak pihak bisa dicegah dengan sistem yang lebih andal. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya konsistensi teknologi dalam pertandingan profesional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Keduanya memiliki peran penting: sebelum untuk energi, sesudah untuk pemulihan, dengan waktu dan jenis makanan yang sesuai untuk hasil maksimal.
24 Oktober 2026

Indonesia Torehkan Sejarah di Asian Para Games 2026
Kontingen Indonesia menutup Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan 73 medali, melampaui target emas dan menempati posisi delapan secara keseluruhan.
24 Oktober 2026

Veda Ega Ukir Sejarah dengan Pole Pertama di Moto3 Australia
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah sebagai rider pertama asal Tanah Air yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 Australia 2026.
24 Oktober 2026

Veda Ega Catat Sejarah, Raih Pole Position Pertama di Moto3
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatat sejarah sebagai rider pertama dari nusantara yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 di Phillip Island, Australia.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

