Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Alternatif Susu Sapi untuk Anak yang Tetap Bergizi

Banyak pilihan pengganti susu sapi yang seimbang nutrisinya, namun perlu dipilih berdasarkan usia, kondisi kesehatan, dan kandungan gizi yang sesuai kebutuhan anak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 19.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Alternatif Susu Sapi untuk Anak yang Tetap Bergizi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Susu sapi sering menjadi pilihan utama karena kandungan protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang mendukung tumbuh kembang anak. Namun, sebagian anak mengalami alergi atau intoleransi terhadap komponen dalam susu sapi, termasuk laktosa, sehingga perlu alternatif lain yang tetap memenuhi kebutuhan gizi harian. Pemilihan susu pengganti harus dilakukan dengan hati-hati, mempertimbangkan faktor usia, kondisi kesehatan, dan kandungan nutrisi yang terkandung dalam produk tersebut.

Susu kambing menjadi salah satu alternatif yang kaya akan kalsium, vitamin A, B6, dan kalium, meski kandungan folat dan vitamin B12-nya lebih rendah dibandingkan susu sapi. Produk yang sudah dipasteurisasi dan diperkaya nutrisi disarankan, tetapi tetap mengandung laktosa, sehingga tidak cocok untuk anak dengan intoleransi laktosa. Anak yang alergi terhadap protein susu sapi juga berisiko mengalami reaksi serupa terhadap susu kambing.

Susu domba menawarkan profil gizi yang mirip dengan susu kambing, termasuk tinggi kalsium dan vitamin, namun juga mengandung laktosa dan potensi alergi yang sama seperti susu kambing. Penggunaannya harus dipertimbangkan secara khusus, terutama pada anak dengan riwayat alergi atau gangguan pencernaan. Sementara itu, susu kedelai yang telah diperkaya menjadi pilihan yang cukup seimbang, dengan protein dan kalsium yang mendekati susu sapi, namun tetap perlu dicek apakah anak tidak alergi terhadap kedelai.

Susu oat memiliki energi tinggi, tetapi kandungan proteinnya hanya sekitar setengah dari susu hewan, sehingga tidak disarankan sebagai sumber utama protein jika asupan dari makanan lain belum memadai. Anak perlu mendapatkan protein tambahan dari sumber seperti telur, ikan, daging, atau biji-bijian. Sebaliknya, susu kacang polong menawarkan protein yang lebih tinggi dibandingkan susu nabati lain, serta bisa diperkaya dengan kalsium, vitamin D, B12, dan yodium, asalkan tidak mengandung gula tambahan dan memiliki setidaknya 50 kkal per 100 ml.

Pemilihan susu pengganti harus didasarkan pada kebutuhan spesifik anak, bukan sekadar preferensi rasa. Orang tua disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengganti susu sapi, terutama jika anak memiliki riwayat alergi atau gangguan pencernaan. Dengan pemilihan yang tepat, anak tetap bisa mendapatkan nutrisi lengkap untuk mendukung tumbuh kembang optimal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya